Eddy Rifai: Tebar Janji Dan Hadiah Sebelum Pilkada Itu Pidana

Dr. Eddy Rifai, SH, MH, pengamat hukum, berpendapat bakal calon kepala daerah yang menjanjikan atau memberikan sesuatu kepada warga bisa dikenakan sanksi pidana.


"Pemberian hadiah atau janji untuk mengajak memilih atau tidak memilih sebelum pilkada terkena Pasal 149 KUHP," ujarnya kepada Kantor Berita RMOLLampung, Kamis (5/8). Dosen Hukum Pidana Fakultas Universitas Lampung (Unila) itu mencontohkan yang terjadi di Medan, Sumatera Utara. Ada calon yang kena pasal 159 KUHP tersebut karena terbukti money politic. PN Medan menjatuhkan sang bakal calon pidana, bukan pakai UU Pemilu, karena sang  bakal calon belum ditetapkan KPU sebagai calon kepala daerah yang sudah ada pasanhannya, katanya. Dalam UU KUHP, yaitu pasal 149 ayat (1) dan (2), bakal calon kepala daerah bisa dijerat sebagai pelaku politik uang. Ayat 1, Pasal 149, KUHP: Barang siapa pada waktu diadakan pemilihan berdasarkan aturan-aturan umum, dengan memberi atau menjanjikan sesuatu, menyuap seseorang supaya tidak memakai hak pilihnya atau supaya memakai hak itu menurut cara tertentu, diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana denda paling besar empat ribu lima ratus rupiah. UU Pemilu Jika sudah masuk tahapan pilkada, sesuai Pasal 103 KUHP, Lex specialis derogat legi generale, jika ada unsur hadiah atau janji, sang bakal calon kepala daerah bisa dipidana,  kata Eddy. Walau, kata Eddy yang sudah pernah mengingatkan bakal calon wali Kota Yusuf Kohar, sembako yang dibagikan berasal dari uang pribadi, bukan dari APBD. "Gak boleh bagi-bagi sembako," tandasnya. Hadang Sejumlah lurah Kota Bandarlampung kompak menolak sosialisasi bakal calon wali Kota Yusuf Kohar. Pilkada kali ini, isteri Wali Kota Herman HN juga calonkan diri. Bulan lalu (8/7), tim sosialisasi bakal calon wali Kota Rycko Menoza juga dihadang aparat Kelurahan Tanjungagung, Kecamatan Tanjungkarang Timur. Di hari yang sama, insiden serupa terjadi di Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Tanjungjarang Timur. Aparat RT juga ikut mencegah sosialisasi bakal calon. Kemarin, Rabu (5/8), camat bahkan turun tangan menghadang Tim Golkar Badarlampung Peduli Covid-19 yang bagi-bagi sembako dengan kemasan bergambar bakal calon wali kota Rycko Menoza. Tiga hari lalu, Senin (3/8), Lurah Tanjungbaru, Kecamatan Kedamaian, Hendry Satria “adu mulut” dengan Yusuf Kohar yang masih menjabat wakil wali Kota Bandarlampung. Video pertengkaran keduanya yang berdurasi empat menit tersebut viral.  Lurah bersikeras melarang Yusuf Kohar membagikan sembako politik. Di hari yang sama, tim sosialisasi Yusuf Kohar juga dihadang Lurah Gulak Galik, Kecamatan Telukbetung Utara. Aparat kelurahan larang pembagian sembako. Lurah Gulak Galik tersebut melarang dengan dalih tim tidak memiliki perintah atau surat dari KPU dan juga tidak ada izin dari RT untuk masuk wilayahnya. Sejumlah video lainnya merekam aparat kelurahan menghadang tim sosialisasi bakal calon wali kota Rycko Menoza dan Yusuf Kohar. Alasannya, macam-macam.