Dugaan Pembakaran Klaras Tebu di Tubaba Diminta Diusut Tuntas

•PERISTIWA
externalexternalexternalexternal
Dugaan Pembakaran Klaras Tebu di Tubaba Diminta Diusut Tuntas
Dugaan Pembakaran Klaras Tebu di Tubaba /istimewa

Article Header ImageDugaan pembakaran klaras tebu di Tulang Bawang Udik (TBU), Tulang Bawang Barat (Tubaba), memicu keresahan warga. LSM BADAR mendesak aparat mengusut dugaan tersebut, menyusul laporan kebun sawit warga ikut terbakar.

Ketua LSM Barisan Pemuda Bersayap (BADAR) Tubaba, Erwin Erwanto, mengatakan pihaknya menerima pengaduan dari puluhan warga di sejumlah tiyuh. Mereka mengeluhkan asap pembakaran sisa tanaman tebu pascapanen yang dinilai mengganggu kenyamanan dan berpotensi membahayakan lingkungan sekitar.

Salah seorang warga Tiyuh Gedung Ratu, Akmal, mengaku kebun kelapa sawit miliknya ikut terbakar. Ia menduga kejadian tersebut berkaitan dengan aktivitas pembakaran klaras tebu yang disebut berlangsung pada malam hari.

Meski demikian, penyebab kebakaran dan kaitannya dengan pembakaran sisa tanaman tebu masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan di lapangan.

“Laporan dan keluhan masyarakat yang kami terima bukan hanya berasal dari satu orang. Ada warga dari beberapa tiyuh di Tubaba yang menyampaikan keresahan serupa. Mereka mengeluhkan asap dan debu akibat pembakaran, bahkan ada laporan bahwa kebun milik warga turut terdampak,” ujar Erwin kepada awak media, Jumat 16 Oktober 2026.

Menindaklanjuti pengaduan tersebut, Erwin bersama seorang aparatur Tiyuh Gedung Ratu mendatangi lokasi yang dilaporkan menjadi tempat pembakaran pada Jumat malam 16 Oktober 2026, sekitar pukul 19.03 WIB.

Erwin mengaku melihat sejumlah orang melakukan pembakaran. Saat dimintai keterangan, beberapa pekerja disebut mengaku bekerja atas perintah pihak lain dengan imbalan upah. Mereka juga menyebut lahan tersebut milik seseorang berinisial Abi Putra.

Keterangan tersebut masih perlu diverifikasi untuk memastikan pemilik atau pengelola lahan, pemberi perintah, serta pihak yang bertanggung jawab atas aktivitas pembakaran itu.

Erwin menegaskan, persoalan tersebut harus ditelusuri secara menyeluruh agar tidak berhenti pada keterangan pekerja di lapangan

“Kalau benar pembakaran dilakukan atas perintah pihak tertentu, maka harus ditelusuri siapa yang menyuruh, siapa yang melaksanakan, dan siapa yang bertanggung jawab. Jangan sampai masyarakat terus menanggung dampaknya, sementara persoalan ini tidak pernah mendapatkan penyelesaian yang jelas,” tegasnya.

BADAR juga menelusuri dugaan keterkaitan lahan yang menjadi perhatian warga dengan pengusaha yang disebut bermitra dengan PT Gunung Madu Plantations (GMP), perusahaan perkebunan tebu di Lampung Tengah.

Erwin mengatakan dugaan tersebut belum dapat dipastikan dan masih membutuhkan penelusuran dokumen, hubungan kemitraan, serta keterangan pihak terkait.

“Kami tidak ingin berspekulasi tanpa dasar. Apakah benar lahan tersebut milik pengusaha yang bermitra dengan PT GMP atau memiliki hubungan operasional dengan perusahaan, itu yang akan kami telusuri lebih lanjut,” ujarnya.

Karena itu, dugaan tersebut tidak dapat langsung diartikan sebagai keterlibatan PT GMP dalam pembakaran. Kepastian mengenai hubungan para pihak harus didasarkan pada bukti yang dapat diverifikasi.

Erwin menyatakan BADAR Tubaba berencana membawa persoalan tersebut kepada aparat penegak hukum dan dinas terkait. Pihaknya mendorong pemeriksaan terhadap sumber api, dugaan kerusakan kebun warga, serta kemungkinan pelanggaran aturan lingkungan dan pengelolaan lahan.

Ia merujuk pada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah dan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 05/PERMENTAN/KB.410/1/2018 tentang Pembukaan dan/atau Pengolahan Lahan Perkebunan Tanpa Membakar

Menurutnya, apabila ditemukan bukti pelanggaran, pihak yang terbukti bertanggung jawab harus diproses sesuai ketentuan hukum.

Hingga berita ini disusun, belum ada konfirmasi resmi yang dicantumkan dari pihak yang disebut sebagai pemilik lahan, PT GMP, maupun kepolisian setempat. Konfirmasi mereka diperlukan untuk memastikan duduk perkara secara utuh dan berimbang.

Warga kini menanti tindak lanjut aparat untuk mengungkap penyebab pembakaran, memastikan ada atau tidaknya pelanggaran, serta menentukan pihak yang bertanggung jawab berdasarkan hasil pemeriksaan.Article Image

Editor : Faiza Ukhti Annisa

Kata Kunci


Berita Terkait