Pencarian terhadap Rangga Adriana, 17, remaja yang dilaporkan hilang dan diduga hanyut di perairan Pekon Balam, Kecamatan Pesisir Utara, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, masih belum membuahkan hasil.
Memasuki hari kedua pencarian pada Kamis (24/9/2026), Tim SAR Gabungan telah memperluas area pencarian hingga sekitar 40,08 mil laut persegi. Namun, hingga pukul 16.30 WIB, keberadaan korban belum ditemukan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung Deden Ridwansah melalui Dantim Rescuer Afriandi mengatakan, pencarian dibagi menjadi dua sektor untuk memperluas jangkauan operasi.
SRU 1 melakukan penyisiran menggunakan rubber boat di wilayah perairan, sedangkan SRU 2 menyisir garis pantai. Pencarian jalur laut dilakukan hingga sekitar 15 mil laut persegi, sementara penyisiran darat mencapai 4 kilometer.
“Hasil pencarian masih nihil. Tim akan kembali melanjutkan operasi pada Jumat pagi dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan seluruh personel di lapangan,” kata Afriandi.
Rangga sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarganya kepada kepolisian pada Selasa (22/9) malam. Sehari kemudian, Basarnas Lampung menerima laporan kejadian sekitar pukul 14.10 WIB.
Petunjuk mengenai keberadaan korban ditemukan dari sepeda motor miliknya yang berada di sebuah kebun menuju arah pantai. Di dalam jok motor ditemukan celana training dan telepon seluler korban. Sementara sepasang sandal berwarna hitam ditemukan di pinggir pantai.
Tim Rescue Pos SAR Tanggamus tiba di lokasi pada Rabu malam dan langsung berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan. Pencarian awal hingga malam hari belum menemukan korban.
Dalam operasi Kamis, tim juga melakukan pemantauan secara visual setelah pencarian di darat dan laut belum membuahkan hasil. Operasi dijadwalkan kembali dilanjutkan Jumat (25/9) mulai pukul 07.00 WIB.
Kondisi perairan menjadi salah satu tantangan dalam pencarian. Tim menghadapi angin kencang dengan tinggi gelombang sekitar 1 hingga 1,5 meter. Selain itu, karakteristik perairan yang memiliki banyak batu karang membuat kondisi gelombang dinamis dan menyulitkan penyisiran.
Operasi melibatkan personel Pos SAR Tanggamus, Polsek Pesisir Utara, Ditpolairud Polda Lampung, Polairud Polres Pesisir Barat, BPBD Pesisir Barat, serta nelayan dan masyarakat setempat.
Sejumlah peralatan digunakan dalam pencarian, di antaranya rubber boat, perahu jukung, Aqua Eye, UWSD, peralatan selam, dan perangkat komunikasi.
Basarnas juga meminta masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan Rangga untuk segera melapor.
“Setiap informasi akan kami koordinasikan dan tindak lanjuti dalam operasi pencarian,” ujar Afriandi. 
