PG Wisnu Wijaya, M.Sn.(tengah)/Ist

Dosen Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Teknologi Sumatera (Itera), PG Wisnu Wijaya, M.Sn., terpilih sebagai Ketua Asosiasi Dokumenteris Nusantara (ADN) wilayah Lampung, Selasa (11/2).

Pemilihan tersebut dilakukan dalam musyawarah perdana ADN Lampung di Studio DKV Itera. Wisnu terpilih setelah unggul dari satu calon lain dalam pemungutan suara.

Dalam musyawarah tersebut hadir para pegiat film dokumenter Lampung, berbagai komunitas film, perguruan tinggi, jurnalis serta pelajar dan mahasiswa.

Perwakilan ADN Pusat, Dede Safara Wijaya, menyampaikan, ADN merupakan wadah para pegiat film dokumenter yang ada di Indonesia.

Di dalamnya banyak seniman, komunitas, dan institusi, baik pemerintah ataupun swasta yang memiliki ketertarikan mengembangkan film dokumenter.

Dengan terbentuknya ADN Lampung, Dede berharap akan ada wadah sekaligus rumah yang mengelola dan menaungi para pegiat film dokumenter dalam berkarya.

“Alhamdulilah dengan terbentuknya AND Lampung dan terpilihnya ketua, semoga kepengurusan perdana ini mampu mengelola literasi film dokumenter di Lampung. Serta semakin banyak kearifan lokal yang diangkat melalui film-film dokumenter yang berkualitas,” ujar Dede.

PG Wisnu menyebut dengan terbentuknya kepengurusan ADN Lampung, ia akan memfasilitasi para pegiat film dokumenter di Bumi Ruwa Jurai, untuk saling bertukar ilmu dan pengalaman guna meningkatkan kompetensi yang dimiliki.

Selain itu, ia melanjutkan, ADN Lampung juga akan membuka peluang para dokumenteris untuk mendapatkan sertifikasi yang dapat mendukung profesi.

“Program kepengurusan baru ini akan lebih berperan sebagai edukator, bagaimana meningkatkan kemampuan membuat film dokumenter, hingga mendistribusikan karya-karya dokumenteris. Sebab, di Lampung banyak pegiat film dokumenter, akan tetapi selama ini belum ada wadah yang menaunginya,” ujar Wisnu.

Sebagai informasi, ADN adalah sebuah ruang bersama bagi para pegiat film dokumenter di Nusantara. ADN pertama dideklarasikan di Klaten, Jawa Tengah pada 17 September 2019.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here