Muhamad Ali, SH dari Perkumpulan Advocaten Indonesia (PAI) Lampung membantu pendampingan hukum terhadap nenek pemulung yang viral dibully dan dianiaya atas tuduhan penculik anak.

Surawati (55), sang nenek, melaporkan Gita Mandasari (35) atas sangkaan telah memfitnah dan menganiaya dirinya di pertokoan Jl. Pangeran Antasari, Kota Bandarlampung, Rabu (12/2).

“Petugas telah memeriksa Surawati untuk kedua kalinya Pertama, dia diperiksa ketika melaporkan peristiwa yang dialaminya,” ujar M. Ali kepada Kantor Berita RMOLLampung, Jumat (28/2).

Selain itu, pada pemeriksaan kedua ini, nenek pemulung asal Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan tersebut menyerahkan alat bukti dan tiga saksi.

M Ali dan rekan mendampingi pemulung yang difitnah dan dianiaya dengan tuduhan penculik anak/RMOLLampung

Pemeriksaan kedua ini lebih detail, kata M. Ali yang mewakili teman-temannya dari Tim Kuasa Hukum BMW & Partners.

Nenek asal Palembang, Sumatera Selatan itu mengikuti seluruh proses pemeriksaan lanjutan didampingi kerabatnya dan tim kuasa hukum dari BMW & Partners.

Petugas Subdit IV Renakta Ditkrimum Polda Lampung memeriksa Surawati berdasarkan laporan No.LP/B-303/II/2020/LPG/SPKT di Mapolda Lampung, Kamis (27/2)

M. Ali menyanggah kliennya membatalkan atau mencabut laporan seperti pemberitaan selama ini.

Dia dan teman-teman advokatnya yakin laporan klien mereka telah memenuhi unsur dugaan pasal penghinaan/fitnah serta penganiayaan.

“Jika penyidik meminta kami datang untuk diperiksa lagi, kapan pun, kami siap,” kata M Ali.

Dua pekan lalu, Gita Mandasari menuduh Surawati dituduh oleh Gita Mandasari hendak menculik anak.

Polsek Tanjungkarang Timur sempat turun tangan dan menyatakan dugaan penculikan anak itu tidak terbukti.

Namun, video tuduhan dan penamparan yang dilakukan Gita Mandasari terlanjur tersebar di media sosial dan menjadi viral.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here