Alzier Dianis Thabranie mensinyalir pemberian kredit tidak prosedural sejak dulu terjadi di Bank Lampung. “Ada Dirut Bank Lampung kaya raya, banknya mau bangkrut,” katanya.

Ketum Depidar VII Soksi Lampung itu mengatakan ketidakhati-hatian pemberian kredit Bank Lampung diperkirakan sejak era gubernur Oemarsono hingga M. Ridho Ficardo.

Para mantan dirutnya kaya raya, rumahnya gedong, usahanya di mana mana, banknya mau bangkrut dan bermasalah, ujar mantan ketua Golkar Lampung itu.

Hampir mirip-mirip kasus PT Jiwasraya cuma kelasnya daerah. Jika ada indikasi pidananya tangkap, tandas Alzier.

Dia berpesan lewat Kantor Berita RMOLLampung, Rabu (15/1), agar Pansus DPRD Lampung jeli menyelusurinya, tak terpatok tahun buku 2018-2019.

“Tim pansus harus tegas untuk menyelamatkan bank daerah tersebut agar jangan sampai bangkrut,” ujarnya.

DPRD Lampung membentuk pansus untuk menindaklanjuti temuan BPK RI Perwakilan Lampung atas pemberian kredit tak menggunakan prinsip dan azas kehati-hatian.

Ketua Pansus Watoni Noerdin mengatakan akan memanggil pihak Bank Lampung.

Seharusnya, Komisi I mencairkan kredit nasabah atau pihak ketiga mengikuti petunjuk aprasial.

Pansus sendiri, sambung Watoni, sudah menunjuk tenaga ahli untuk mencermati temuan BPK RI Perwakilan Lampung.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here