23.3 C
Bandar Lampung
Sabtu 6 Juni, 2020 00:22 WIB
Beranda DAERAH Diduga "Rayu" Lewat Workshop, Warga Tetap Tolak Penyedotan Pasir Laut

Diduga “Rayu” Lewat Workshop, Warga Tetap Tolak Penyedotan Pasir Laut

RMOLLampung. Diduga “merayu” agar didukung bisa menyedot pasir laut lewat workshop di sebuah resort, warga Pulau Sebesi tetap konsisten menolak penambangan pasir laut sekitar cagar alam Gunung Anak Krakatau (GAK).

Akibat boikot warga dan WALHI Lampung, workshop gagal digelar Yayasan Fasilitator Masyarakat Indonesia (YFMI) di Hotel Kahai Beach Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Senin (14/10).

Workshop juga mengundang tokoh masyarakat Pulau Sebesi, PT Lautan Indonesia Persada (PT LIP) yang berencana menyedot pasir laut, serta WALHI Lampung, dan penggiat lingkungan hidup lainnya.

Warga memboikot acara tersebut sejalan dengan kebijakan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Lampung yang telah melarang aktivitas penambangan pasir laut di perairan Provinsi Lampung.

Hal tersebut sesuai Peraturan Daerah No.1 Tahun 2018, tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.

“DKP tidak akan memberikan ruang bagi aktivitas pertambangan pasir laut di pesisir Lampung,” tegas Kepala DKP Lampung Makmur Hidayat, Senin (14/10).

Kepada Kantor Berita RMOLLampung, Direktur Eksekutif Walhi Lampung Irfan Tri, Minggu (13/10) malam, menolak menghadiri workshop yang diduga agar PT LIP seakan-akan telah mendapatkan dukungan untuk penambangan pasir laut.


YFMI menggelar workshop bertema “Potensi Ekonomi dan Ekologi Perairan Sekitar Pulau Sebesi” yang salah satunya pembahasan komitmen PT LIP terhadap masyarakat atas penambangan pasir laut. [hms]

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baca Juga

Bantuan PKH Dan BPNT Di Pekon Sukaraja Semaka Carut Marut

 Carut marut terjadi dalam penyaluran Bantuan Kesejahteraan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)...

Tak Ada Yang Gratis, Rapid Test Pelaku Perjalanan Dinas Dibayari Pemerintah

 Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana, membenarkan rapid test harus bayar Rp 350 ribu. Ia...

Rapid Test Di Diskes Lampung Bayar Rp 350 Ribu

 Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor Cabang Lampung yang juga wali santri, mengeluhkan biaya rapid test yang terlalu...

Gempa Tektonik 4,9 SR Di Lepas Pantai Kabupaten Pesisir Barat

Gempa tektonik berkekuatan 4,9 scala richter (SR) menggetarkan Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung,Jumat (5/6), pukul 11.04 WIB. Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG),...
Translate »