RMOLLampung. Masyarakat adat Lampung Saibatin menanyakan perkembangan laporan penghinaan terhadap budaya mereka oleh Seno Aji, Rabu (25/7). Polda Lampung menjamin kasus ini prioritas karena berbau SARA.

Krimsus Polda Lampung menerima kedatangan masyarakat adat yang semuanya memakai kikkat hanuang bani”, penutup kepala yang disebut Seno Aji seperti tanduk jin pencabut nyawa.

Menurut Panglima Alif, tokoh adat masyarakat Lampung Saibatin di Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, masyarakat adat berusaha tidak mengatasi sendiri masalah ini.

”Kami, para panglima adat, berusaha menyabarkan masyarakat adat yang terus memantau dan bertanya perkembangan kasus ini setiap hari,” ujarnya kepada Kantor Berita RMOLLampung.

Seno Aji, pada WA Grup Inilampung, menyamakan penutup kepala kebanggaan masyarakat Lampung, khususnya Lampung Saibatn, ”kikkat hanuang bani”, seperti jin pencabut nyawa.

WAG tersebut beranggotakan 165 orang dari latar belakang beragam, ada aktivis, politikus, wartawan, budayawan, seniman, anggota legislatif, pejabat, pengacara, dan profesi lainnya.

Masalah ini dimulai oleh Seno Aji yangi mengomentari foto Amir Faizal Sanzaya yang memakai pakaian adat saibatin untuk pencalonannya sebagai anggota DPD RI dari Lampung.

Masyarakat adat terhenyak ketika Seno Aji mengatakan tukkus atau kikat hanuang bani seperti tanduk jin pencabut nyawa.

Tukkus atau kikat hanuang bani, bagi masyarakat adat Lampung Saibatin yang terbentang dari Kabupaten Lampung Barat, Tanggamus, hingga Kabupaten Lampung Selatan, memiliki filosofi tinggi.

Hanuang bani bukan kambing hutan biasa. Tidak semua daerah memiliki hanuang bani yang hidupnya di tebing tebing yang tinggi dan terjal dengan makanan dedauan yang terpilih di Gunung Pesagi, Kabupaten Lampung Barat.[hms]

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here