23.8 C
Bandar Lampung
Sabtu 6 Juni, 2020 00:08 WIB
Beranda POLITIK Dianggap Lucu-Lucuan, Alzier Bilang Rahman Kholid Gak Usah Ngotak

Dianggap Lucu-Lucuan, Alzier Bilang Rahman Kholid Gak Usah Ngotak

Alzier Dianis Thabranie mengatakan Rahman Kholid gak usah ngotak baru jadi ketua Golkar Kabupaten Pesisir Barat.

Dia menyatakan hal itu menanggapi pernyataan Rahman Kholid bahwa Alzier cuma lucu-lucuan soal polemik komisaris utama Bank Lampung.

“Anak kemarin, belum tahu sejarah Partai Golkar Indonesia dan Lampung sudah menggurui saya,” ujar mantan dua periode ketua Golkar Lampung itu kepada RMOLLampung, Kamis (12/3).

Alzier Dianis Thabranie menantang bakal calon bupati Pesisir Barat itu diskusi soal politik, hukum, dan lainnya.

Jangan ngotaklah, anak siapa dia, keturunan siapa dia, tinggal di kampung mana di Kabupaten Pesisir Barat, tanya ketua Soksi Lampung itu.

Menurut Alzier, dia hanya mengingatkan kemungkinan gaji double jika orang dekat Gubernur Arinal Djunaidi, Sekdaprov Lampung Fahrizal Darminto merangkap jadi komisaris utama Bank Lampung.

“Saya ingat dulu ada tokoh Golkar di Kota Bandarlampung, namnya kalo ndak salah M Jimo, wakil ketua DPD Golkar Bandarlampung, masuk penjara gara-gara gaji double,” katanya.

Jimo menerima gaji sebagai PNS dan sebagai wakil ketua DPRD Kota Bandarlampung.

“Masyarakat Bandarlampung tahu semua, apalagi para senior Partai Golkar Lampung. kecuali kader-kader partai yang mak jelas alias karbitan,” kata Alzier..

Rahman Kholid, advokat, menganggap pernyataan Alzier Dianis Thabranie lucu-lucuan saja akan melaporkan Sekdaprov Lampung Fahrizal Darminto yang kemungkinan akan jadi komisaris utama Bank Lampung ke KPK.

“Sok bicara hukum tapi tidak mengerti hukum,” ujarnya menanggapi “ancaman” tokoh masyarakat Lampung Alzier kepada Kantor Berita RMOLLampung, Selasa (10/3).

Praktisi hukum yang juga ketua Golkar Kabupaten Pesisir Barat ini berpendapat Alzier–seniornya di Partai Golkar–melihat aneh karena belum ada kerugian negara yang dilakukan Fahrizal Darminto.

“Memang sudah ada kerugian negara atau Pak Sekda sudah menjadi komisaris dan merugikan negara atau akan merugikan negara, hukum itu sederhana,” ujarnya.

Rahman Kholid mengumpamakan pisang goreng hangus di panci tutupnya alias fakta dulu baru bicara hukum.

Sebelumnya, Alzier menilai tidak tepat pengajuan orang dekat Gubernur Lampung Arinal Djunaidi–Sekdaprov Lampung Fahrizal Darminto–sebagai calon komisaris utama Bank Lampung.

“Saya akan membuat surat ke KPK RI dan Kejagung jika ini benar–benar terjadi karena menyalahi aturan,” kata Alzier, mantan dua periode ketua Golkar Lampung.

Masak, katanya, PNS aktif mau mengambil gaji honer dari Bank Lampung. ‘Double-double itu. Waduh-waduh rusak Lampung ini,” tandas Alzier.

 

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baca Juga

Bantuan PKH Dan BPNT Di Pekon Sukaraja Semaka Carut Marut

 Carut marut terjadi dalam penyaluran Bantuan Kesejahteraan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)...

Tak Ada Yang Gratis, Rapid Test Pelaku Perjalanan Dinas Dibayari Pemerintah

 Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana, membenarkan rapid test harus bayar Rp 350 ribu. Ia...

Rapid Test Di Diskes Lampung Bayar Rp 350 Ribu

 Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor Cabang Lampung yang juga wali santri, mengeluhkan biaya rapid test yang terlalu...

Gempa Tektonik 4,9 SR Di Lepas Pantai Kabupaten Pesisir Barat

Gempa tektonik berkekuatan 4,9 scala richter (SR) menggetarkan Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung,Jumat (5/6), pukul 11.04 WIB. Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG),...
Translate »