Di Tanggamus KBM Tetap Daring, Tidak Ada Izin Keramaian

Sekdakab Tanggamus, Hamid Heriyansah Lubis/ RMOLLampung
Sekdakab Tanggamus, Hamid Heriyansah Lubis/ RMOLLampung

Pemkab Tanggamus menggelar konferensi pers di Sekretariat Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kantor BPBD setempat, terkait meningkatnya kasus penyebaran Covid-19 dari pasien 05 dan 06.


Sekdakab Tanggamus, Hamid Heriyansah Lubis menjelaskan, hasil swab tes dari kedua pasien positif  05 dan 06, terdapat 19 orang positif corona virus disease (covid-19).

Karenanya dia mengimbau seluruh jajaran pemkab dan masyarakat akan kesadaran pentingnya menjaga kesehatan, dan mematuhi protokol kesehatan covid-19 untuk memutus mata rantai penyebarannya.

Menurut dia, hasil rapat koordinasi untuk memperjelas dan mensosialisasi Perbup No 55 tahun 2020, tentang pedoman adaptasi kebiasaan baru, dan dilaksanakan secara menyeluruh diberbagai aspek yang meliputi penyelangaraan kesehatan, pemerintahan, ekonomi dan sosial budaya, jelasnya.

Hasil rapat melahirkan Maklumat No 01/02 Covid-19, yaitu mensosialisasikan dan menegakan Perbup No 55 tahun 2020 yang mengatur penerapan disiplin dan sanksi sosial bila terjadi pelanggaran protokol kesehatan.

“Mengimbau dan meminta kepada seluruh kegiatan keramaian dan kerumunan, baik yang dilakukan oleh pemerintah daerah, institusi vertikal dan masyarakat, selama 14 hari kedepan, terhitung mulai hari ini,” jelas Sekdakab, Rabu (16/9).

Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tetap dilakukan melalui daring atau virtual sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Tidak memberikan izin keramaian, tempat ibadah tetap mengikuti protokol kesehatan, memberi imbauan memakai masker dan cuci tangan pakai sabun dan menjaga jarak. Mengoptimalkan tim gabungan dalam kebiasaan baru menuju masyarakat produktif.

Dia juga mengatakan, Satgas akan melakukan tracing kontak pasien 05 dan 06, melakukan Rapid Test dan Swab kepada keluarga kontak langsung,  dan membatasi interaksi sampai hasil Rapid Tes keluar.

“Kabupaten Tanggamus saat ini masih didalam Zona Kuning, bisa saja nanti berubah menjadi Zona Orange dan ini masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat,” tutup Sekdakab.