Ketua (MKGR Lampung Nizwar Affandi/Net

Nizar Affandi melihat Pemprov Lampung dan kabupaten/kota, terutama Kota Bandarlampung, masih jalan sendiri-sendiri menghadapi pandemi covid-19.

Sehatusnya, kata dia, Pemprov Lampung segera mengkoordinasikan penangulangan pandemi covid-19 dengan bupati/wali kota, terutama Kota Bandarlampung.

“Kiasan dalam Bahasa Lampung: Obat Tegoh Nyawow Kak Pegat yang artinya lakukan sekarang juga demi masyarakat Lampung,” ujarnya kepada Kantor Berita RMOLLampung, Rabu (25/3).

Politikus dan aktivis ormas itu mengatakan lepaskan dari kepentingan politik atau partai karena ini menyangkut keselamatan dan rasa aman warga Provinsi Lampung dari wabah pandemi covid-19.

Apalagi, kata ketua DPD Ormas MKGR Provinsi Lampung itu, tahapan Pilkada Serentak 2020 telah diputuskan ditunda oleh KPU-RI.

Mestinya, jika memang ada hambatan psikologis terkait pilkada, maka sudah tak ada alasan lagu bagi Gubernur Arinal Djunaidi berkomunikasi intensif dengan para bupati dan walikota di Lampung.

Terutama, katanya, dengan Wali Kota Bandarlampung Herman HN.

Gubernur Arinal Djunaidi jangan ragu-ragu untuk melakukan supervisi aktif apalagi dari data yang ada besaran anggaran penanganan pandemi corona yang disiapkan Pemkot Bandarlampung relatif kecil dibandingkan kota-kota besar lainnya.

Sélain itu, Jabodetabek punya banyak fasilitas kesehatan dan tempat lain yang sudah, sedang dan akan diubah fungsinya menjadi fasilitas kesehatan.

Palembang mendapat berkah warisan fasilitas pasca Asean Games 2018, ada wisma-wisma atlet yg dapat dialih fungsikan.

Gubernur Sumsel dan Walikota Palembang terlihat sinergi mempersiapkan infrastruktur yg diperlukan untuk antisipasi perawatan pasien corona di Kota Palembang.

Obat Tegoh Nyawow Kak Pegat,” ujarnya lagi.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here