RMOLLAMPUNG. Calon Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo menjelaskan, selama tiga tahun kepemimpinannya bersama Bachtiar Basri telah mewujudkan reformasi birokrasi pemerintah yang profesional dengan karakteristik adaptif, berintegritas, berkinerja tinggi, bersih dan bebas KKN.

Selain penguatan kelembagaan dan penerapan E-Government, reformasi birokrasi juga dilakukan dengan meningkatkan kompetensi aparatur melalui Diklat, bahkan sampai ada yang kita kirim ke Lemhanas RI,” ungkap Ridho, calon gubernur nomor urut 1 dalam acara Debat Kandidat II Gubernur/Wakil Gubernur Lampung bertajuk Reformasi Birokrasi dan Pelayanan Publik di Bandarlampung, Sabtu (28/4) malam.

Dalam bidang pelayanan publik, ungkap Ridho, akan melanjutkan program sekolah gratis melalui Bosda yang saat ini baru berjalan di 6 Kabupaten.

“Baru satu tahun ini SMA/SMK kewenangannya dialihkan ke provinsi, Alhamdulillah sudah 6 Kabupaten merasakan sekolah gratis. Tahun depan Insya Allah seluruh kabupaten akan kita gratiskan,” jelas Gubernur Lampung non aktif ini.

Sementara disektor layanan masyarakat untuk kesehatan, lanjut Ridho, sesuai UU dan amanat pemerintah pusat, semua daerah akan mematuhi pelaksanaan BPJS Kesehatan.

“Untuk menunjang hal tersebut, maka pelayanan dan fasilitas kesehatan akan terus ditingkatkan, terutama layanan Rumah Sakit Keliling untuk lebih mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat,” jelas Ridho.

Di sisi infrastruktur, Riidho menekankan telah diprogramkan seluruh jalan provinsi, 100 persen mantap. “Tahun 2019, kita sudah tekadkan program Lampung Terang 2019, dimana listrik akan mengaliri seluruh desa terisolir di Provinsi Lampung,” ungkapnya.

Sementara calon Gubenur Lampung nomor urut 2, Herman HN menegaskan komitmen untuk menerapkan sejumlah layanan gratis kepada masyarakat, jika terpilih memimpin Lampung selama lima tahun ke depan.

Herman HN mengatakan akan menyiapkan sejumlah program gratis yang sebelumnya sudah dijalankan di Kota Bandarlampung.

Kata Herman, dimulai dengan berobat gratis di seluruh puskesmas dan rumah sakit di seluruh Lampung. ”Termasuk juga bersekolah gratis baik di tingkat SD, SMP, SMA/SMK.”

Herman menekankan program gratis berobat rawat inap selama tujuh hari di kelas tiga bagi seluruh masyarakat.

Pada acara yang sama, calon Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengatakan, terkait pelayanan publik dan reformasi birokrasi, perlu dilakukan penempatan birokrat sesuai kompetensi.

ASN di daerah, tidak perlu berlomba mutasi ke jenjang pemerintah provinsi, sementara pemkab/pemkotnya masih  membutuhkan,” kata Arinal.

Kata Arinal, seorang kepala daerah atau pemimpin adalah cerminan (pemerintahan/ASN). “Kalau pemimpinnya teladan maka ASN-nya teladan.”

Selain itu, jelas Arinal, tunjangan kinerja harus disesuaikan, melihat situasi APBD.[don]

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here