28.7 C
Bandar Lampung
Selasa 7 Juli, 2020 16:49 WIB
Beranda PERISTIWA Daniel Hghanie, Selamat Jalan Kawan Jazzku

Daniel Hghanie, Selamat Jalan Kawan Jazzku

SAYA juga harus menulis tentang Daniel Hghanie (55). Setelah kepergiannya menghadap Sang Khalik, dia meninggalkan jejak yang sangat berkesan terutama makna persahabatan.

Sepeninggalannya, para sahabatnya bersaksi lewat berbagai media sosial bahwa Daniel orang baik. Dan, dalam hati, saya menyatakan benar.

Setiap bertemu dengannya, Daniel selalu hangat dan semangat.

Paus Sastra Lampung, penulis produktif pengampu hebat Lamban Sastra, Isbedy Stiawan ZS, mengantarkan Daniel ke peraduannya dengan satu puisi berjudul Kau Mendahuluiku.

Daniel banyak sahabat. Sejak mengenalnya belasan tahun lalu, saya tak pernah melihat dan mendengar dia pernah melukai hati orang-orang sekitarnya.

Seperti hobinya dengan musik jazz, di mata saya, perjalanan hidupnya seperti musik yang digemarinya sejak remaja tersebut: penuh improvisasi dengan partitur-partitur zig-zag yang indah.

Kawan-kawannya kerap terhibur dengan joke-joke cerdasnya.

Dua penggiat seni budaya, Ivan Bonang dan Bagus S Pribadi mengaku tak kuasa menahan air mata kehilangan dua kata yang kerap diucapkannya: biji dan menyoal.

Daniel, saya mengenalnya sejak belasan tahun lalu. Meski tak begitu sering “jalan bareng”, saya mengenalnya sebagai bagian dari teman-teman aktivis prodemokrasi.

Pascaterjadinya tragedi bentrok antar-warga di Balinuraga, tahun 2012, Daniel ikut aktif memprakarsai Gerakan Masyarakat Lampung Damai (GMLD) dengan menaja acara ÔÇ£Damailah Lampungku.ÔÇØ

Belakangan, Daniel begitu gigih memperkenalkan musik jazz rasa cetik (alat musik tradisional Lampung) ke  Jazz Trafiic Surabaya hingga Ngayogjazz di Yogyakarta.

Statusnya facebooknya terakhir, pertengahan November 2019, dia menyatakan rasa bangga Komunitas Jazz Lampung tampil di panggung utama Ngayogjazz 2019.

Penggiat musik jazz ini juga pernah membawa para musisi jazz terkenal ke Lampung Jazz Festival di Lapangan Korpri, Kota Bandarlampung, akhir tahun 2016.

“Wangilah Lampung,” tulisnya sebelum sakit dan berpulang ke Sang Pencipta di rumah adiknya, Iqbal H. Ghanie, Perum Griya Sukarame Blok A5 No.3, Sukarame, Kota Bandarlampung, Rabu (12/2), pukul 08.30 WIB.

Sejak kabar duka itu merebak, banyak yang mengucapkan duka cita atas kepergian aktivis dan pekerja seni budaya yang kerap tampil dengan sal di leher.

Mereka yang turut menyatakan duka cita dari berbagai kalangan, mulai dari aktivis, sastrawan, seniman musik, wartawan, pengusaha, dan lainnya menyatakan duka atas kepergiannya.

Daniel Hghanie yang sempat menjadi relawan pemenangan Presiden Joko Widodo bergaul dengan banyak kalangan.

Wak jangkung, panggilan persahabatan teman-temannya, juga rajin berkeliaran di facebook, youtube, twitter, dan instagram..

Saya tertunduk sejenak ketika mendengar kabar duka tersebut. Banyak cerita, mimpi, dan pemikiran-pemikiran yang belum usai. Tapi, Tuhan berkehendak lain.

Innalilahiwainnalilahirojiun. Semoga khusnul khotimah. Selamat jalan kawan jazzku.

KAU MENDAHULUIKU

Karya Isbedy Stiawan ZS

kau telah mendahului aku
yang masih mencari rumah
masih pula meraba jalan pulang
bahkan, terkadang sesat ladang
benderang. didera lautan gemilang
: puja dan sakit meradang!

kau telah melampauiku seribu langkah
mencapai pulang. kau telah selamat
ujian, keluar dari sakit dunia. dan
sampai pada kesembuhan di sisi-Nya

Tuhanmu ÔÇö Tuhanku pula ÔÇö terlalu banyak
memberi sayang dan kasih. memeluk erat
tiap desah napas, mencekalnya kembali
napas itu pulang pada yang memiliki

Rabu, 12 Februari 2020

 

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baca Juga

Translate »