Petugas medis membawa korban terjangkit virus novel corona/Net

Angka kematian dan korban terpapar akibat virus novel corona (2019-nCoV) yang muncul di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China melonjak.

Selasa (28/1), Komisi Kesehatan Provinsi Hubei mengungkap angka kematian yang mencapai 106 orang, sementara korban terjangkit mencapai 4.409 untuk di wilayah China daratan.

Padahal sehari sebelumnya, angka kematian mencapai 80 orang dengan korban terjangkit sekitar 3.700 orang.

Angka tersebut belum termasuk korban terpapar lainnya yang berada di luar negeri atau wilayah seperti Hong Kong, Thailand, Makau, Australia, Singapura, Taiwan, Amerika Serikat, Jepang, Malaysia, Korea Selatan, Prancis, Vietnam, Kamboja, Kanada, Jerman, Nepal, hingga Sri Lanka.

Pada hari yang sama, Kementerian Pendidikan China menyatakan akan menunda dimulainya semester musim semi untuk sekolah dan universitas di seluruh negeri guna meminimalisir penularan wabah ini.

Kendati begitu, dimuat Channel News Asia, beberapa institusi mengaku tetap akan membuka kegiatan belajar mengajar.

Namun, kementerian pendidikan meminta agar siswa tidak keluar, tidak berkumpul, tidak memegang atau berpartisipasi dalam kegiatan terpusat.

Untuk mengendalikan epidemi, pihak berwenang pada Senin (27/1) juga telah memperpanjang liburan Tahun Baru China yang semula akan berakhir pada 30 Januari. Perpanjangan akan dilakukan selama tiga hari.

Pada pekan lalu, Presiden Xi Jinping juga telah membentuk komite khusus untuk mengatasi wabah mematikan yang pertama kali ditemukan di Wuhan ini.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga masih belum bisa menjelaskan karakteristik virus misterius ini. Meski telah menjalar ke berbagai penjuru dunia, WHO juga belum memberlakukan darurat secara global.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here