Balon Wali Kota dan Wakil Walikota Firmansyah dan Bustami/RMOLLampung

 Bakal Calon (Balon) Wakil Wali Kota Prof. Bustomi Rosadi, menyampaikan visi dan misi Bandarlampung Cerdas Berjamaah di depan pengurus Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kecamatan Sukarame, Minggu (15/3).

Dalam dialog yang dipandu moderator ustadz Haidir, S.Sy., M.Pd.I, Sekretaris PCM Kecamatan Sukarame itu, pendamping Balon Wali Kota Dr. (Can) Firmansyah memaparkan sejumlah program yang akan dijalaninya jika diberi amanah masyarakat Bandarlampung memimpin kota ini.

Pihaknya memiliki target satu rumah warga muslim satu hafiz quran. Sedangkan untuk agama lain menyesuaikan dengan kegiatan keagamaan lainnya.

“Saya dan pak Firmansyah akan menghidupkan semua kegiatan keagamaan untuk semua agama. Khusus yang beragama Islam, kami akan menjalankan program tahfiz Quran dengan mengembangkan TPA dan memakmurkan masjid-masjid,” kata Prof. Bustomi, dalam dialog di Majelis Al Karim Rasyid, Jalan Ryacudu, Jalur 2 Korpri, Gang Hasan 1.

Sementara, untuk mengembangkan kreativitas anak-anak muda Bandarlampung, Guru Besar Universitas Lampung (Unila) itu akan membangun Smart City dan akan memasang satu kelurahan satu Wifi gratis. Pihaknya akan bangun dan kembangkan Co-Working Space. Tujuannya, untuk kegiatan ekonomi anak-anak muda.

“Anak muda kan penuh kreativitas. Kami akan siapkan Co-Working Space untuk merangsang pertumbuhan startup-startup dan UMKM baru di Bandar Lampung guna meningkatkan ekonomi masyarakat. Kitakan ada 126 kelurahan, ya akan kita bangun Co-Working Space di semua kelurahan itu,” kata Pria kelahiran Bandung, tahun 1949.

Doktor lulusan Gifu University, Jepang,

Kemudian untuk kesehatan, tak hanya menggratiskan pelayanan kesehatan, namun juga antar jemput pasien.

“Jadi pasien yang sakit kita jemput untuk diantarkan ke rumah sakit. Dan setelah sembuh kita juga akan antar pasien ini ke kediamannya setelah dinyatakan sembuh. Intinya, jemput sakit pulang sehat,” ungkap dia.

Terkait dengan penanganan banjir, menurut Bustomi, diperlukan dukungan dan kerjasama dari masyarakat.

“Tanpa bantuan masyarakat, banjir tidak akan teratasi. Mulai dari membiasakan hidup bersih, tidak membuang sampah sembarangan, hingga membuat resapan air. Insyaallah banjir akan diatasi bersama-sama,” kita dia.

Artinya, kata Bustomi, selain membenahi fasilitas pencegahan banjir, seperti drainase, normalisasi sungai, tapi yang lebih penting adalah kesadaran masyarakat itu sendiri. “Kuncinya di masyarakat. Karena itu kita libatkan mereka dalam hal penanganan banjir,” tegasnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here