Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menyoroti pertumbuhan ekonomi daerah yang mencapai 5,71 persen pada 2025. Meski disebut tertinggi di Provinsi Lampung, capaian tersebut dinilai masih menyisakan pekerjaan rumah karena angka kemiskinan masih tinggi.
Hal itu disampaikan Egi saat membuka Musyawarah Kabupaten (Muskab) VIII Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Lampung Selatan di Senaya Beach, Kalianda, Kamis, 17 September 2026.
Menurut Egi, pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat, mulai dari terbukanya peluang usaha, lapangan kerja hingga peningkatan pendapatan.
“Angka pertumbuhan ekonominya tertinggi di Provinsi Lampung dan juga angka kemiskinannya masih tinggi. Ini yang harus kita analisa bersama, kenapa seperti itu,” ujar Egi.
Kondisi tersebut, kata Egi, membutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha. Kadin dinilai memiliki posisi strategis untuk ikut memperluas dampak pertumbuhan ekonomi agar lebih dirasakan masyarakat.
Karena itu, Muskab VIII Kadin diharapkan tidak sekadar menjadi forum pergantian kepengurusan, tetapi juga menjadi ruang memperkuat kerja sama antara dunia usaha, pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.
“Ini adalah momentum untuk memperkuat bagaimana dunia usaha yang ada di Kabupaten Lampung Selatan mampu meningkatkan sinergitasnya dengan seluruh stakeholder yang ada di Kabupaten Lampung Selatan,” kata Egi.
Egi juga menilai perubahan zaman menuntut pemerintah dan pelaku usaha bergerak lebih cepat dalam menangkap peluang. Kolaborasi keduanya diperlukan untuk mendorong pembangunan dan aktivitas ekonomi daerah.
“Zaman semakin berubah dan kita harus mampu berakselerasi. Tergantung bagaimana kita melihatnya. Saya melihat dunia usaha dengan dunia politik atau dunia pemerintahan itu sama, seperti tutup botol dengan botol. Kalau bertemu, ini bisa klop,” ujarnya.
Salah satu sektor yang dinilai memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian Lampung Selatan adalah pertanian. Egi menyebut kebijakan pemerintah pusat di sektor tersebut turut memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
“Area pertanian ini memberikan dampak besar atau kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi di Lampung Selatan. Turunnya kebijakan dari pusat dengan keterkaitan program pertanian mampu membantu naiknya angka pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.
Pemkab Lampung Selatan, lanjut Egi, juga akan terus menyelaraskan program pembangunan daerah dengan kebijakan pemerintah pusat agar pelaksanaannya memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Oleh karena itu, dalam pemerintahan saya dan Syaiful, prioritas utama adalah bagaimana Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menyusun program pemerintah pusat dan menjadi etalase kabupaten yang berhasil menyukseskan program,” katanya.
Egi berharap Muskab VIII melahirkan kepengurusan Kadin yang mampu membangun kolaborasi lebih kuat dengan pemerintah serta ikut menjawab persoalan ekonomi di Lampung Selatan.
“Saya berharap setelah Muskab ini, lahir kepengurusan yang mampu mengemban tanggung jawab, bisa berlari bersama menuju tujuan yang sama. Hari ini Lampung Selatan sangat terbuka dengan saran, masukan dan kritik,” kata Egi.
Muskab VIII Kadin Lampung Selatan mengusung tema “Membangun Sinergitas Bersama Stakeholder Menuju Lampung Selatan Maju”.
Kegiatan dihadiri Wakil Bupati Lampung Selatan Muhammad Syaiful Anwar, Ketua DPRD Lampung Selatan Erma Yusneli, Ketua Kadin Provinsi Lampung Muhammad Kadafi, serta perwakilan asosiasi perusahaan, pengusaha, BUMN, BUMD dan koperasi. 
