Esti Nur Fathonah/Foto RMOLLampung

Putusan DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu) memberhentikan tetap Komisioner KPU Lampung 2019-2024, Esti Nur Fathonah, diapresiasi oleh pelapor yang juga eks Timsel KPU Lampung, Budiono.

“Mengapresiasi keputusan DKPP yang memberhentikan Komisoner KPU Lampung,” kata Dosen Hukum Unila ini, Kamis (13/2).

Baca: DKPP Copot Komisioner KPU Lampung Esti Nur Fathonah

Menurut dia, putusan tersebut harus dijadikan pedoman penyelenggara pemilu untuk menjaga integritasnya.

“Dan ini harus dijadikan pedoman bagi penyelenggara pemilu untuk menjaga intergritas dalam penyelenggaraan pemilu sehingga pemilu kita berintegritas karena diselenggarakan oleh penyelenggara pemilu berintergritas,” terang dia.

Budiono pun mendukung Esti untuk mengungkap pihak mana saja yang terlibat dalam rekrutmen KPU kabupaten/kota.

“Kita mendukung dan mendorong supaya Esti mau membuka secara jelas jaringan dalam rekrutmen kabupaten kota, tetapi kita sayang kan kenapa ini tidak dibuka pada saat persidangan di DKPP,” tutupnya.

Sebelumnya, Esti mengungkapkan tak sendirian. Ada pihak lain terlibat jual beli kursi KPU.

Hal itu diungkapkannya pada grup WhatsApp Grup Info KPU yang screenshot-nya beredar di kalangan wartawan Kota Bandarlampung dan diterima juga Kantor Berita RMOLLampung.

“Aku punya semua screenshot keterlibatan beberapa pihak dalam kasus jaringan rekruitmen KPU,” tulisnya pada grup WA yang juga anggotanya dari kalangan pers.

Bahkan, dikatakannya, orangnya ada di grup tersebut. “Biar baca,” katanya yang sempat diminta rekannya untuk tak mengatakan hal itu di grup WA.

Esti yakin masalah yang menimpanya merupakan konspirasi untuk menjebaknya.

Dia berkomentar seperti itu setelah atas putusan pemberhentian tetapnya setelah sidang putusan DKPP RI di Jakarta, Rabu (12/2).

“Saya enggak salah kok. Di putar balik, supaya bersalah,” tulisnya di grup WhatsApp Info KPU.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here