23.8 C
Bandar Lampung
Sabtu 6 Juni, 2020 00:11 WIB
Beranda HUKUM Brutal! Geng Sekolah Madrasah UIN Pukuli Junior, Lalu Dicekoki Miras

Brutal! Geng Sekolah Madrasah UIN Pukuli Junior, Lalu Dicekoki Miras

RMOLLampung. Aksi kekerasan pelajar di kalangan pelajar kembali terjadi di Kota yang mendapat predikat “Kota Layak Anak” Pemkot Tangsel.

Aksi kekerasan tersebut dilakukan lima alumni berinisial H, R, FA, DAD dan K yang diduga menamai dirinya geng ‘Vembazaks’ terhadap sembilan pelajar di Madrasah Pembangunan (MP) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yakni MD, AD, KSN, RJH, JS, MSY, N, FN dan MFMA.

Para alumni tersebut, secara beringas melakukan kontak fisik mulai dari menampar, memukul, push up sembari diduduki, dicekoki miras oplosan, dipaksa merokok. Dan, bahkan para anak tersebut disuruh mematikan rokok menggunakan lidah.

Atas dasar itu, salah satu orang tua korban, Iqbal yang mendengar cerita sang anak, langsung melaporkan aksi tersebut ke Polsek Ciputat dan laporan tersebut terdaftar di nomor LP/1124/K/XI/2019/Sek Cip/Res Tangsel.

“Anak saya sewaktu pulang sekolah, di wajah sebelah kanan sudah bonyok. Saat itu anak saya mengaku tabrakan sewaktu bermain futsal. Saya tanya terus akhirnya baru ngaku, dipukuli oleh Alumni,” tutur Ikbal, Senin (4/11) dilansir Kantor Berita RMOLBanten.

Diketahui, kelima pelajar yang mendapat aksi kekerasan ini ingin keluar dari geng tersebut dan tidak ingin ikut berkumpul lagi.

“Anak saya sama temennya ini mau keluar dari geng itu, tapi malah dijemput sama alumni itu sampe dipukulin kaya begitu,” tambahnya.

Tak berhenti sampai disitu, kesembilan siswa yang mengalami kekerasan ini harus menyetor sejumlah uang sebesar Rp 80 ribu. Dan uang tersebut digunakan untuk membeli peralatan untuk tawuran hingga membeli minuman keras.

Bahkan, salah satu korban yang menerima kekerasan tersebut langsung mengajukan pindah sekolah. Dengan alasan takut mengalami kejadian serupa.

Sementara itu terpisah, Kapolsek Ciputat Kompol Endy Mahandika membenarkan adanya laporan dari orang tua korban. Pihaknya pun, telah bertemu dengan orang tua korban.

“Mereka ini kan masih pelajar, orang tua juga sudah ketemu dengan kami dan kami anjurkan membuat laporan polisi. Kemudian kita serahkan laporan tersebut ke unit PPA Polres Tangsel karena pelaku masih pelajar,” ujar Endy di Mapolres Tangsel, Senin (4/11).

Polsek Ciputat pun, telah memanggil tiga saksi atas terjadinya aksi kekerasan ini untuk dimintai keterangan.

“Ada dua orang tua korban dan satu orang tua dari pelaku yang sudah kami mintai keterangan. Sementara saksi lain berhalangan hadir karena beralasan sedang ada ujian di sekolahnya,” terangnya. [adp]

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baca Juga

Bantuan PKH Dan BPNT Di Pekon Sukaraja Semaka Carut Marut

 Carut marut terjadi dalam penyaluran Bantuan Kesejahteraan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)...

Tak Ada Yang Gratis, Rapid Test Pelaku Perjalanan Dinas Dibayari Pemerintah

 Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung Reihana, membenarkan rapid test harus bayar Rp 350 ribu. Ia...

Rapid Test Di Diskes Lampung Bayar Rp 350 Ribu

 Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor Cabang Lampung yang juga wali santri, mengeluhkan biaya rapid test yang terlalu...

Gempa Tektonik 4,9 SR Di Lepas Pantai Kabupaten Pesisir Barat

Gempa tektonik berkekuatan 4,9 scala richter (SR) menggetarkan Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung,Jumat (5/6), pukul 11.04 WIB. Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG),...
Translate »