BRI Dampingi 1.040 KDKMP, 220 AgenBRILink Sudah Aktif Bertransaksi

•PEMERINTAHAN
externalexternalexternalexternal
BRI Dampingi 1.040 KDKMP, 220 AgenBRILink Sudah Aktif Bertransaksi
SEVP Institution Business BRI, Suyitno dan jajaran di KDKMP di Desa Bumisari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis, 15 Oktober 2026/Faiza

Article Header ImageMenteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menegaskan bahwa kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bukan untuk menyaingi warung kelontong di sekitar desa, melainkan menjadi sarana penyaluran kebutuhan pokok bersubsidi sekaligus membantu pemasaran hasil pertanian.

Menurutnya, KDKMP bukan supermarket, melainkan tempatnya barang subsidi negara mulai dari beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), LPG 3 kilogram, pupuk bersubsidi, hingga mendukung penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat.

Koperasi juga diharapkan berperan sebagai penyerap hasil panen petani atau offtaker, sehingga petani memiliki alternatif penjualan dengan harga yang lebih baik dan tidak hanya bergantung pada tengkulak.

“Kalau tengkulak mau beli murah, tidak boleh. Koperasi yang ambil gabah petani seharga Rp6.500 per kg. Petani tidak boleh jadi korban permainan harga,” kata Zulhas saat meninjau operasional KDKMP di Desa Bumisari, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Kamis, 15 Oktober 2026.

Dalam pelaksanaannya, operasional KDKMP turut didukung PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui penyediaan layanan keuangan digital dan pendampingan pengelolaan koperasi.

SEVP Institution Business BRI, Suyitno, mengatakan pihaknya telah melakukan pendampingan terhadap 1.040 KDKMP di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 815 koperasi telah dilengkapi fasilitas AgenBRILink, sementara 220 agen sudah aktif bertransaksi hingga 12 Oktober 2026, dengan total nilai transaksi mencapai Rp700 juta.

"Kami terus melakukan pendampingan di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dalam pengoperasian electronic data capture (EDC). Melalui alat ini, masyarakat akan lebih mudah bertransaksi. Jadi, tidak perlu jauh-jauh ke ATM karena bisa mengambil uang di sini. Bahkan, nantinya penyaluran bantuan sosial juga bisa dilakukan di sini," katanya.

Menurut Suyitno, keberadaan AgenBRILink di KDKMP akan mempermudah masyarakat melakukan berbagai transaksi keuangan, mulai dari penyetoran dan penarikan uang hingga pencairan bantuan sosial tunai, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH).

"Untuk penyaluran bantuan sosial akan dikumpulkan di sini. Jadi, kalau sudah menerima uang bantuan, masyarakat bisa langsung berbelanja di sini karena koperasi juga menyediakan barang-barang subsidi seperti LPG, beras SPHP, dan lain sebagainya," ujarnya.

Ia menjelaskan, BRI terus memperluas pemasangan AgenBRILink pada koperasi yang telah mendapatkan pendampingan. Setelah tahap pertama, BRI juga menyiapkan perluasan layanan terhadap sekitar 3.000 KDKMP pada tahap berikutnya.

"Dari 1.040 KDKMP, semuanya sedang dalam proses pemasangan AgenBRILink. Manfaatnya bagi masyarakat sekitar, mereka tidak perlu jauh-jauh karena bisa setor dan tarik uang langsung di lokasi koperasi," jelasnya.

Selain memberikan kemudahan transaksi kepada masyarakat, kerja sama tersebut juga membuka peluang tambahan pendapatan bagi koperasi melalui pembagian biaya jasa atau sharing fee dari transaksi AgenBRILink.

"Kemudian, bagi KDKMP, kita ada sharing fee. Terhadap fee yang kami peroleh selama ini, akan kami bagikan kepada teman-teman di KDKMP. Jadi, ini juga akan meningkatkan pendapatan koperasi," katanya.

Suyitno menambahkan, BRI juga menyiapkan pendampingan melalui jaringan kantor unit yang berada dekat dengan lokasi koperasi. Pendampingan tersebut mencakup literasi keuangan, pengelolaan usaha, hingga administrasi transaksi agar kegiatan operasional koperasi berjalan lebih tertib.

Untuk mengurangi risiko dalam pengelolaan uang tunai, BRI turut menyediakan layanan penjemputan setoran atau pickup service. Melalui layanan ini, uang tunai hasil transaksi koperasi akan dijemput petugas untuk disetorkan langsung ke rekening KDKMP.

"Kami setiap hari melakukan pickup service. Uang tunai yang ada di sini akan kami ambil untuk disetorkan langsung ke rekening KDKMP. Layanan ini dilakukan secara rutin pada hari kerja hingga pukul 12.00 siang," terangnya.

Di tingkat daerah, Regional CEO (RCEO) BRI Region Bandar Lampung, Andreas Chandra, mengatakan saat ini terdapat lima KDKMP di Lampung yang telah terintegrasi dengan layanan dan pendampingan BRI Unit setempat.

“Setiap KDKMP didampingi langsung oleh Kepala Unit BRI. Tidak hanya operasional transaksi, agen BRILink di KDKMP juga berfungsi merekomendasikan pinjaman permodalan usaha seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbunga rendah bagi para pelaku UMKM dan anggota koperasi,” papar Andreas.

Melalui penguatan distribusi pangan bersubsidi dan integrasi layanan perbankan tersebut, KDKMP diharapkan tidak hanya menjadi tempat penyediaan kebutuhan pokok, tetapi juga pusat kegiatan ekonomi yang mendukung petani, pelaku UMKM, dan masyarakat desa. Article Image

Editor : Faiza Ukhti Annisa

Kata Kunci


Berita Terkait