BNPT: Penusuk Syekh Pernah Diperiksa Kejiwaannya 2015

Kepala BNPT Komisaris Jenderal Boy Rafli Amar/Foto Net
Kepala BNPT Komisaris Jenderal Boy Rafli Amar/Foto Net

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyatakan penusuk Syekh Ali Jaber terbukti pernah diperiksa kejiwaannya di RSJ Kemiling, Kota Bandarlampung.


Berdasarkan keterangan keluarga dan tetangga, pelaku mengalami gangguan jiwa sejak lima tahun lalu. Namun, BNPT bersama aparat penegak hukum tidak memercayai informasi tersebut begitu saja.

Hal itu dikatakan Kepala BNPT Komisaris Jenderal Boy Rafli Amar dalam RDP dengan Komisi III DPR RI di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (23/6). 

Pelaku penusukan A. Alfin Andrian (24) pernah diperiksa kejiwaannya di Rumah Sakit Kemiling, Kota Bandarlampung tahun 2016, ujar Komisaris Jenderal Boy Rafli Amar.

Menurutnya, pihaknya juga menerima informasi yang sama dari keluarga dan orang-orang sekitar lingkungan tempat tinggal tersangka sudah lima tahun terakhir kena gangguan jiwa.

Belum Yakin

Namun, kata Komisaris Jenderal Boy Rafli Amar, pihaknya bersama aparat penegak hukum tidak mempercayai informasi kemungkinan pelaku mengalami gangguan jiwa begitu saja.

“Kita telah bersama aparat penegah hukum memperdalam lebih lanjut apakah yang bersangkutan benar-benar gila atau pura-pura gila," kata mantan Kapolda Papua itu.

Selain itu, kata Komisaris Jenderal Boy Rafli Amar, pihaknya bersama aparat penegak hukum tengah menulusuri dugaan Alfian terafiliasi dengan kelompok atau jaringan terorisme tertentu.

Menko Polhukam Mahfud MD juga sebelumnya mengaku tak percaya begitu saja bahwa pelaku penusukan Syekh Ali Jaber merupakan orang dengan gangguan jiwa.

“Spekulasi di masyarakat ada dugaan berdasarkan pengakuan keluarganya, si penusuk ini sakit jiwa, tapi kita belum percaya. Kita akan tahu dia sakit jiwa betul atau tidak setelah diselidiki,” tulisnya di instagramnya, Senin (14/9).

Menurut Mahfud, untuk menyimpulkan bahwa pelaku penyerangan itu merupakan orang dengan gangguan jiwa, bisa juga dibuktikan dengan mengambil keterangan dari teman, tetangga hingga memeriksa jejak digital pelaku.

Syekh Ali Jaber juga mengaku tidak percaya sosok penyerangnya memiliki gangguan jiwa. Menurutnya, dari cara menyerangnya sang pelaku sangat terlatih.

“Saya tidak percaya kalau pelaku gila. Cara dia (pelaku) memburu targetnya yakni saya menuju ke bagian yang paling vital (nyawa). Menurut saya, pelaku ini bukan gangguan jiwa karena dia sangat berani dan terlatih saat menusuk saya,” kata Ali Jaber, Senin (14/9). 

Syekh Ali Jaber ditusuk mengisi A. Alfin Andrian saat ceramah di Masjid Falahuddin, Kot Bandarlampung, Minggu (13/9). Akibatnya, tangan kanan pendakwah itu terluka akibat tusukan.