BNPB Catat Karhutla di Lima Kabupaten, 359 Hektare Lahan Terdampak

•PERISTIWA
externalexternalexternalexternal
BNPB Catat Karhutla di Lima Kabupaten, 359 Hektare Lahan Terdampak
Petugas berusaha memadamkan api karhutla/dok BNPB

Article Header ImageBadan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda lima kabupaten di Indonesia. Berdasarkan laporan terbaru, luas lahan terdampak mencapai sekitar 359 hektare, dengan kebakaran terluas terjadi di Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara.

Data tersebut dihimpun Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB selama periode Selasa 3 November 2026 pukul 07.00 WIB hingga Rabu 4 November 2026 pukul 07.00 WIB.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyampaikan, lima daerah yang dilaporkan mengalami karhutla yakni Kabupaten Luwu, Konawe Kepulauan, Pulau Taliabu, Jayawijaya, dan Sragen.

Kebakaran terluas terjadi di Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, yang telah berlangsung sejak 5 Oktober 2026.

Api melanda tiga kecamatan dan 13 desa dengan luas lahan terdampak mencapai sekitar 347,06 hektare. Sebanyak 39.162 pohon juga dilaporkan terdampak.

Titik api utama berhasil dipadamkan pada 29 Oktober 2026. Namun, petugas masih melakukan pendinginan dan pemantauan karena terdapat sejumlah titik api yang tersebar.

Upaya penanganan terkendala kondisi lahan kering, angin kencang, medan terjal, serta lokasi kebakaran yang sulit dijangkau.

Sementara itu, karhutla di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, menghanguskan sekitar lima hektare lahan sagu milik warga di Desa Tirowali, Kecamatan Ponrang, pada 2 November 2026.

BPBD bersama petugas pemadam kebakaran dan masyarakat melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan pada 3 November.

Di Kabupaten Konawe Kepulauan, Sulawesi Tenggara, kebakaran melanda sekitar empat hektare lahan jambu mete dan lahan kosong di Desa Pasir Putih, Kecamatan Wawonii Barat.

Hingga 3 November, penanganan kebakaran telah mencapai sekitar 80 persen. Petugas masih menghadapi keterbatasan akses jalan, jauhnya sumber air, kondisi lahan kering, serta angin.

Karhutla juga terjadi di Kampung Menagaima, Distrik Maima, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, dengan luas lahan terbakar sekitar dua hektare.

Sementara di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, kebakaran menghanguskan sekitar satu hektare lahan di Desa Puro, Kecamatan Karangmalang.

Kebakaran di Jayawijaya dan Sragen dilaporkan telah berhasil dipadamkan pada 3 November. Dari lima kejadian karhutla tersebut, tidak ada laporan korban jiwa.

Selain karhutla, BNPB mencatat cuaca ekstrem melanda Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Di Sumenep, angin kencang yang menerjang Desa Guluk Manjung dan Desa Kapedi, Kecamatan Bluto, pada 2 November mengakibatkan 11 rumah rusak ringan dan satu kandang ternak mengalami kerusakan. Sebanyak 11 kepala keluarga (KK) terdampak.

Sementara di Brebes, hujan lebat disertai angin kencang merusak 33 rumah dan satu fasilitas pendidikan di Desa Tegalgandu, Kecamatan Wanasari. Sebanyak 33 KK terdampak.

Dengan demikian, total 44 KK terdampak cuaca ekstrem di kedua kabupaten tersebut.

BNPB bersama BPBD setempat masih melakukan pendataan, penanganan, serta pembersihan material di wilayah terdampak.

BNPB mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, terutama di wilayah dengan kondisi lahan kering.

Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan kemunculan titik api kepada petugas.

Menghadapi potensi cuaca ekstrem, warga diingatkan untuk memastikan kondisi bangunan tetap aman serta menghindari berteduh di bawah pohon atau bangunan yang berisiko roboh saat angin kencang. Article Image

Editor : Faiza Ukhti Annisa

Kata Kunci


Berita Terkait