BNPB Catat Karhutla 22 Hektare di Sulawesi, 81 Rumah Terendam Banjir di Sumbar

•PERISTIWA
externalexternalexternalexternal
BNPB Catat Karhutla 22 Hektare di Sulawesi, 81 Rumah Terendam Banjir di Sumbar
Ilustrasi. Kebakaran hutan di Taman Nasional Pangke Sulawesi/istimewa

Article Header ImageBadan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah bencana melanda beberapa wilayah Indonesia pada 6–7 November 2026, mulai dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla), angin kencang, hingga banjir.

Berdasarkan laporan BNPB hingga Sabtu 7 November 2026 pukul 07.00 WIB, karhutla terjadi di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan dengan total luas lahan terbakar mencapai sekitar 22 hektare.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyampaikan, karhutla di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, terjadi pada Jumat 6 November 2026 sekitar pukul 14.14 WITA.

Kebakaran tersebut menghanguskan sekitar 12 hektare lahan di Desa Korowou, Kecamatan Lembo, serta Desa Sampalowo, Kecamatan Petasia Barat.

Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Tim gabungan dari Damkar, BPBD, TNI, Polri, dan masyarakat telah berhasil memadamkan api di Desa Korowou. Sementara proses pemadaman di Desa Sampalowo masih berlangsung hingga periode pelaporan.

Pemerintah daerah setempat juga telah menetapkan status Siaga Darurat Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan yang berlaku hingga 21 Januari 2027.

Sementara itu, karhutla juga melanda kawasan perkebunan warga di Perbukitan Kambo, Kecamatan Mungkajang, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, pada Jumat 6 November 2026 sekitar pukul 13.00 WITA.

Api yang merambat cepat akibat kondisi lahan kering menghanguskan sekitar 10 hektare lahan.

Tim gabungan BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Polisi Kehutanan, dan masyarakat berhasil memadamkan api serta menyelesaikan proses pendinginan pada pukul 17.44 WITA. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Selain karhutla, BNPB juga mencatat bencana angin kencang yang melanda Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Jumat 6 November 2026 sekitar pukul 20.00 WIB.

Peristiwa tersebut berdampak pada 19 kepala keluarga (KK) di Kecamatan Cipedes dan Indihiang.

Sebanyak 19 rumah warga mengalami kerusakan pada bagian atap. Angin kencang juga berdampak pada satu fasilitas pendidikan, yakni SMK Bina Lestari, satu tempat usaha kafe, serta satu titik jalan.

BNPB melaporkan seluruh proses penanganan dan asesmen oleh BPBD Kota Tasikmalaya telah selesai dilakukan.

Di wilayah Sumatera Barat, hujan deras disertai angin kencang sejak Jumat sore menyebabkan Sungai Batang Kamumuan, Batang Gasan, dan Batang Paingan meluap hingga memicu banjir di Kabupaten Padang Pariaman.

Banjir tersebut merendam sekitar 81 rumah warga, dua fasilitas ibadah, serta 20 hektare lahan pertanian di tiga kecamatan.

Luapan air juga sempat mengganggu akses jalan provinsi Padang–Pasaman Barat.

Meski tidak ada warga yang mengungsi, masyarakat terdampak masih membutuhkan bantuan berupa terpal, selimut, kasur, perlengkapan kebersihan, perlengkapan keluarga, serta bahan pangan.

Berdasarkan kondisi terakhir yang dilaporkan BNPB, hujan telah reda dan banjir mulai surut. Arus lalu lintas juga kembali normal, sementara masyarakat mulai membersihkan material lumpur yang terbawa banjir. Article Image

Editor : Faiza Ukhti Annisa

Kata Kunci


Berita Terkait