Seorang kurir pengirim sabu seberat 41,6 kilogram, Irfan Usman (38), warga Baktiya Barat, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, ditembak mati oleh
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP)

Kepala BNNP Lampung Brigjen Ery Nursatary menjelaskan, pengungkapan kasus ini berawal Rabu (4/12) lalu. Petugas mendapatkan informasi bahwa akan ada pengiriman narkotika jenis sabu dari Aceh dengan golongan besar yang akan diedarkan di Lampung.

“Pertemuannya di parkiran sebuah rumah sakit,” ujar jenderal bintang satu ini, Selasa (10/12).

Lalu, petugasnya memprofil orang yang menerima dan bergerak ke pelataran parkir Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM).

Di lokasi, petugas menemukan tersangka bernama Irfan yang meninggalkan mobil Toyota Fortuner putih bernomor polisi B 1753 WRL beserta kuncinya berikut barang bukti narkoba.

Penggeledahan di mobil Toyota Fortuner disaksikan tersangka. Ditemukan barang bukti narkoba jenis sabu sebanyak 40 bungkus berbentuk teh cina berwarna hijau yang isinya sabu seberat 41,6 Kg.

Dari hasil penggeledahan ini, BNNP Lampung kembali melakukan pengembangan. Hasilnya, petugas juga menangkap pengendali yang tengah menjalani tahanan di Rutan Wayhuwi sebanyak 3 orang, yakni Jefri, Hatami, dan Supriyadi. Dari tangan ketiganya diamankan barang bukti berupa tiga unit handphone.

Saat dibawa ke Kantor BNNP Lampung, para tersangka berusaha melarikan diri. Petugas memberikan tembakan peringatan namun tidak dihiraukan. Petugas terpaksa memberikan tindakan tegas namun terukur. Satu tersangka bernama Irfan meregang nyawa.

Ery Nursatary menjelaskan, dari informasi salah satu tersangka bernama Jefri bahwa pengiriman barang tersebut diatur oleh Muntasir di Aceh.

Kemudian Tim BNNP Lampung bersama Tindak Kejar BNN Pusat bergerak melakukan pengembangan ke Aceh.

Sabtu (7/12) pihak Tim Gabungan melakukan penangkapan terhadap DPO atas nama Muntasir di sebuah rumah yang beralamat di Dham Ceukok, Aceh Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh.

Dari tangan Muntasir ini pihaknya berhasil mengamankan satu unit mobil Honda Jazz BL 1855 JJ, uang Rp1,1 juta, dan uang 150 Ringgit Malaysia.

Tersangka Muntasir menuturkan jika pengiriman 41,6 kilogram ini merupakan penyelundupan terbanyak selama dirinya mengendalikan narkoba jenis sabu di Provinsi Lampung.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here