BMKG Deteksi 289 Titik Panas di Lampung, Terbanyak di Tulang Bawang dan Mesuji

•PERISTIWA
externalexternalexternalexternal
BMKG Deteksi 289 Titik Panas di Lampung, Terbanyak di Tulang Bawang dan Mesuji
ilustrasi titik panas di Lampung/dok DLH Lampung

Article Header ImageBadan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi sebanyak 289 titik panas (hotspot) tersebar di sejumlah wilayah Provinsi Lampung sepanjang Selasa, 13 Oktober 2026.

Kabupaten Tulang Bawang menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, mencapai 79 titik. Disusul Kabupaten Mesuji sebanyak 65 titik dan Lampung Tengah dengan 56 titik.

Data tersebut berdasarkan hasil pemantauan Stasiun Meteorologi Kelas I Radin Inten II Lampung selama 24 jam, mulai pukul 00.00 hingga 23.59 WIB.

Berdasarkan Peta Sebaran Titik Panas Provinsi Lampung yang diterbitkan BMKG, titik panas juga terdeteksi di Kabupaten Lampung Timur sebanyak 45 titik.

Selanjutnya, Lampung Utara mencatat 13 titik, Tulang Bawang Barat 12 titik, Way Kanan 10 titik, dan Lampung Selatan lima titik.

Sementara itu, Kabupaten Pesisir Barat tercatat memiliki dua titik panas. Adapun Pringsewu dan Tanggamus masing-masing terdeteksi satu titik.

Secara keseluruhan, ratusan titik panas tersebut tersebar di 11 kabupaten di Provinsi Lampung.

Dari total 289 titik panas yang terpantau, BMKG mengelompokkan 247 titik dalam kategori tingkat kepercayaan sedang (medium).

Kemudian, sebanyak 30 titik masuk kategori tingkat kepercayaan rendah (low), sedangkan 12 titik lainnya berada pada kategori tingkat kepercayaan tinggi (high).

Meski demikian, keberadaan titik panas yang terdeteksi satelit tidak serta-merta menunjukkan telah terjadi kebakaran hutan atau lahan di seluruh lokasi tersebut.

Titik panas merupakan indikasi adanya anomali suhu permukaan yang terpantau melalui satelit. Karena itu, pemeriksaan langsung di lapangan tetap diperlukan untuk memastikan apakah titik tersebut merupakan lokasi kebakaran.

BMKG juga melakukan analisis sebaran titik panas terhadap kawasan sejumlah bandara di Lampung.

Hasilnya, tidak ditemukan titik panas dalam radius lima maupun 10 kilometer dari Bandara Radin Inten II Lampung, Bandara Gatot Soebroto, serta Bandara Taufiq Kiemas selama periode pemantauan.

Namun, hasil tersebut hanya menggambarkan sebaran titik panas berdasarkan data dan parameter pemantauan yang digunakan, bukan memastikan seluruh kawasan di sekitar bandara bebas dari potensi kebakaran.

Sebaran ratusan titik panas ini menjadi informasi penting bagi pemerintah daerah dan instansi terkait untuk meningkatkan kewaspadaan serta melakukan pemeriksaan di wilayah yang terindikasi.

Terutama di Tulang Bawang, Mesuji, Lampung Tengah, dan Lampung Timur yang mencatat jumlah titik panas paling banyak dalam periode pemantauan tersebut.

Verifikasi lapangan diperlukan untuk memastikan kondisi sebenarnya sekaligus menentukan langkah penanganan apabila ditemukan kebakaran hutan maupun lahan. Article Image

Editor : Faiza Ukhti Annisa

Kata Kunci


Berita Terkait