Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung, Hifzon Zawahiri mempertanyakan kesanggupan Unila merawat rusanya.

Beberapa pekan belakangan ini, empat rusa sambar mati di penangkaran rusa Unila. Di penangkaran tersebut, masih ada tujuh rusa lagi.

Hifzon Zawahiri minta Dekan FP Prof. Irwan Sukri Banua untuk memfasilitasi pertemuan dengan Rektor Universitas Lampung Prof. Karomani.

“Kita ingin ketemu Rektor Unila untuk menanyai masih sanggup gak untuk menangkarkan satwa, jika tidak akan diambil alih oleh BKSDA 3 Bengkulu-Lampung dan kami juga sudah melaporkan pada pimpinan kami yang di Bengkulu,” ujurnya.

Menurutnya, empat rusa yang mati akibat memakan sampah plastik dan terserang penyakit paru-paru.

“Rusa yang mati adalah jenis rusa sambar yang dilindungi. Kemarin, sudah cek berita acaranya dan masih dites di laboratorium,” kata Hifzon.

Hifzon Zawahiri mengaku telah menurunkan tim untuk melakukan pengecekan lapang, menurutnya kondisi penangkaran rusa Unila tidak layak.

“Antara embang dan daratan tidak seimbang, sapras sebagian tidak ada rumput, dan dekat dengan keramaian,” jelasnya.

Ia juga menyayangkan saat pembangunan embung, rusa tidak ditranslokasikan dan para pekerja maupun pengunjung membuang sampah di dalam kandang.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here