32 C
Bandar Lampung
Sabtu 6 Juni, 2020 14:48 WIB
Beranda FOOTNOTE Bey, Hotman Paris van Lampung, Bicara Lilin Di Tengah Hujatan Politik

Bey, Hotman Paris van Lampung, Bicara Lilin Di Tengah Hujatan Politik

HOTMAN Paris van Lampung, julukan Bey Sujarwo, karena dianggap mirip pengacara kondang tersebut. Bey dan Hotman sama-sama berprofesi pengacara. Bedanya, Hotman pakai berlian, Bey pakai batu akik.

Bedanya lagi, jika Hotman tak tertarik politik, Bey malah ujuk-ujuk nimbrung mengulas berita yang diturunkan Kantor Berita RMOLLampung tentang NKRI Harus Dijaga Agar Tak Pecah Seperti Negara Di Eropa.

“Indonesia ini bermacam suku bangsa, ada 1.340 etnik yang dibingkai dalam Bhineka Tunggal Ika,” ujar pria berusia 52 tahun itu. Pengalaman adalah guru yang terbaik, perpecahan hanya melemahkan diri sendiri.

Dia tak mau berteori macam-macam menyikapi semakin panasnya dunia politik tanah air. Jelang Pilpres 2019. “Untuk menjaga NKRI, resepnya sederhana : mulailah dari diri kita sendiri,” ujar laki-laki berambut panjang ini.

Musim politik kali ini, agaknya, sedang panen caci maki, saling kutuk. Seperti manusia, suatu bangsa juga pasti mengalami top and down, fase kehidupan yang berat dan menyakitkan, kata advokat yang sudah berpraktek 10 tahun ini.

Menyikapi hiruk-pikuk politik saat ini, menurut dia, hidup itu sederhana tapi kita yang membuat hidup jadi rumit. Bey Sujarwo mengajak untuk sama-sama menghidupkan lilin daripada mengutuk adanya kegelapan.

“Bergosip, mencemooh, berucap buruk membuat hidup jadi terasa sulit,” ujarnya. Tidak sedikit yang tersibukkan mengamati pekerjaan orang lain, bukan untuk mengambil ibroh/pelajaran.

Sehingga, waktu dan energinya habis untuk menunggu kapan orang lain terpeleset dalam kekeliruan atau melakukan kesalahan sehingga bisa segera dikritik sampai melebihi batas, tak proporsional, tanpa ada solusi.

Akibatnya, hanya akan merenggangkan persaudaraan. Padahal, agama telah mengajarkan kita bahwa beruntunglah orang yang disibukkan dengan mengintrospeksi aib dirinya sehingga tidak sempat mencari-cari aib saudaranya.

Ibarat dalam kegelapan, sampai berbusa mulut mengumpat dan mengutuk, tak akan ada perubahan sampai menyalanya sebatang lilin atau alat penerangan lainnya. Mengutuk kegelapan hanya akan menambah pengapnya suasana hati.

Dalam kehidupan,  cahaya itu dapat berupa tenaga, materi, atau ide. “Mari kita sama-sama nyalakan lilin dari satu hingga jutaan lilin yang kelak akan menerangi Bangsa Indonesia,” katanya. [hms]

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baca Juga

Delapan OPD Pemkab Pesawaran MoU Dengan Kejari

  Delapan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Pesawaran jalin Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat.

Tak Ada Pemasukan, Mantan Dosen Curi Handbody Dan Sampo

 Seorang mantan dosen perguruan tinggi swasta di Jakarta tertangkap mencuri ratusan botol handbody dan sampo di lima minimarket...

KPU Gelar Uji Publik Pilkada 2020 Secara Virtual

   Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar uji publik terkait rancangan Peraturan KPU (PKPU) tentang Pilkada Serentak 2020 dalam kondisi...

Bantuan PKH Dan BPNT Di Pekon Sukaraja Semaka Carut Marut

 Carut marut terjadi dalam penyaluran Bantuan Kesejahteraan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)...
Translate »