Abbas (36), seorang pedagang ikan di Kecamatan Abung Pekurun, Kabupaten Lampung Utara, mengaku bersyukur setelah rumah yang ditempatinya bersama keluarga mendapat bantuan perbaikan melalui program bedah rumah pemerintah pusat.
Rasa syukur tersebut disampaikan Abbas saat Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meninjau langsung proses perbaikan rumahnya, Kamis 29 Oktober 2026.
"Saya mengucapkan terimakasih atas program bedah rumah Bapak Presiden Prabowo," ujar Abbas.
Abbas mengungkapkan, sebelum mendapatkan bantuan, kondisi rumah yang ditempatinya bersama orang tua, istri, dan anaknya sudah tidak layak huni.
"Sebelumnya, rumahnya bisa dibilang nggak layak bangunannya," katanya.
Saat ini, proses perbaikan rumah Abbas telah mencapai sekitar 30 persen. Ia memperkirakan pengerjaan rumah tersebut dapat selesai dalam waktu dua minggu ke depan.
Program bedah rumah tersebut memberikan bantuan sebesar Rp20 juta kepada setiap penerima, yang digunakan untuk pembelian material bangunan dan membantu biaya tenaga kerja.
Pendamping Program Bedah Rumah Kecamatan Abung Pekurun, Haryanto, menjelaskan bahwa dari total bantuan tersebut, Rp17,5 juta dialokasikan untuk material bangunan dan Rp2,5 juta untuk membantu biaya tukang.
Menurut Haryanto, penerima bantuan ditentukan melalui proses pengusulan oleh pemerintah desa yang kemudian diverifikasi oleh pendamping program.
"Bisa dapat bantuan itu salah satunya memang usulan dari desa, karena mereka yang melihat kondisi di lapangan, kemudian kami sebagai pendamping memverifikasi apakah layak atau enggak untuk diteruskan untuk usulan proposalnya segala macamnya," jelasnya.
Ia menyebut, Kecamatan Abung Pekurun terdiri dari enam desa dengan alokasi bantuan masing-masing 10 penerima. Sementara dirinya bertugas mendampingi tiga desa dengan total 31 penerima bantuan.
Dalam kunjungannya, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan Provinsi Lampung mendapat alokasi sekitar 13 ribu bantuan bedah rumah dari pemerintah pusat.
"Program bedah rumah Presiden di Lampung total bantuannya ada 13 ribu. Sebelumnya, paling banyak hanya 2.000 per tahun. Ini untuk Provinsi Lampung saja," kata Mirza.
Ia menambahkan, jumlah bantuan tersebut direncanakan kembali bertambah pada 2027 sejalan dengan program pembangunan tiga juta rumah yang menjadi agenda pemerintah pusat.
"Insyaallah tahun depan akan ditambah lagi, karena ini bagian dari program tiga juta rumah," ujarnya.
Dalam peninjauan tersebut, Mirza didampingi Bupati Lampung Utara Hamartoni Ahadis, Wakil Bupati Romli, Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung Rudy Sjawal, serta Kepala Bappeda Lampung Anang Risgiyanto. 
