Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Jaya Mandiri Lestari di Desa Margo Lestari, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, berhasil mengembangkan usaha budidaya ikan patin dengan memanfaatkan limbah pertanian sebagai bahan baku pakan mandiri.
Usaha yang dirintis sejak 2019 dengan satu kolam seluas 52 meter persegi itu kini berkembang menjadi lebih dari 2,5 hektare dengan produksi hampir mencapai 88 ton ikan patin per tahun.
Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama saat menghadiri panen raya ikan patin bersama Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Rabu, 21 Oktober 2026.
Menurut Egi, perkembangan usaha tersebut membuktikan bahwa keterbatasan modal dan lahan bukan menjadi penghalang bagi masyarakat untuk membangun usaha produktif.
"Dari 52 meter persegi menjadi 2,5 hektare. Ini bukti bahwa usaha kecil, kalau dikelola dengan tekun dan mau terus berinovasi, bisa menjadi sumber penghidupan yang menjanjikan," ujar Egi.
Awalnya, Pokdakan Jaya Mandiri Lestari hanya membudidayakan 1.500 ekor ikan patin. Namun, seiring perkembangan usaha, kapasitas budidaya meningkat hingga 176.500 ekor ikan.
Salah satu kunci keberhasilan kelompok tersebut adalah inovasi pakan mandiri dengan memanfaatkan bahan baku lokal, termasuk limbah pertanian.
Langkah ini dinilai mampu mengurangi ketergantungan terhadap pakan pabrikan sekaligus meningkatkan efisiensi usaha pembudidaya.
Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menilai inovasi tersebut perlu menjadi contoh bagi kelompok pembudidaya ikan lainnya di Lampung.
Menurut Mirza, pengembangan sektor perikanan tidak cukup hanya mengandalkan peningkatan produksi, tetapi juga harus didukung kemandirian pakan dan akses pemasaran yang lebih luas
"Kreativitas dan semangat bangkit para pembudidaya lokal merupakan kunci untuk mewujudkan sumber daya manusia yang unggul. Dengan dukungan dan kolaborasi yang tepat, kita dapat memperkuat sektor perikanan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Lampung Maju dan Indonesia Emas," ujar Mirza.
Ia juga menyoroti potensi budidaya ikan di Lampung Selatan yang disebut menempati urutan kedua terbanyak di Provinsi Lampung.
Karena itu, keberhasilan Pokdakan Jaya Mandiri Lestari diharapkan dapat menjadi percontohan bagi pembudidaya lain dalam mengoptimalkan potensi lokal dan meningkatkan nilai ekonomi hasil perikanan
Selain mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, kegiatan panen raya tersebut juga dirangkai dengan penyerahan bantuan ikan segar kepada ibu hamil dan keluarga yang memiliki balita.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung pemenuhan kebutuhan protein hewani bagi ibu dan anak sekaligus membantu percepatan penurunan stunting di Lampung Selatan.
Pemerintah berharap pengembangan budidaya ikan berbasis inovasi lokal dapat terus diperluas, sehingga tidak hanya meningkatkan pendapatan pembudidaya, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.
