Mahasiswa Lampung angkat bicara soal kekhawatiran politisi PDIP Henry Yosodiningrat terhadap pengamat politik yang juga filsuf UI, Rocky Gerung yang dinilai telah menghina Presiden Joko Widodo.

Presiden BEM Unila, Fajar Agung Pangestu menilai, kekhwatiran Henry warga Lampung bisa membacok Rocky Gerung, terlalu berlebihan alias lebay. Menurut dia, masyarakat Lampung adalah masyarakat yang beradab tidak mengutamakan kekerasan dalam menyelesaikan masalah.

“Saya rasa terlalu berlebihan soal itu (kekhawatiran Henri Yoso, Red),” kata dia, Senin (9/12).

Menurut dia, perlu ada diskursus menarik soal Pancasila antara Henry dan Rocky.

“Karena harus telaah lebuh lanjut terkait argumentasi dari keduanya. Jika memang Jokowi dirugikan seharusnya ada bukti kuasa dan sebagainya dari beliau kepada Henry Yosodiningrat,” jelasnya.

Sementara, politisi PKS Lampung Akhmadi Sumaryanto menilai, pernyataan Henry sarat politis bahkan beraroma ancaman.

“Itu bahasanya politisi yang ngancam,” ucap mantan anggota DPRD Lampung ini.

Akhmadi menyayangkan atas pendapat politisi PDIP asal Lampung itu. Menurut dia, bependapat sudah ada jaminan dalam UU dan sejatinya pendapat dilawan dengan pendapat.

“Berpendapat kan dijamin UUD. Pendapat ya lawan dengan pendapat bukan dengan ancam mengancam. Apa jadinya bangsa ini kalau yang merasa kuasa mengancam yang beda pendapat,” tandasnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here