25.6 C
Bandar Lampung
Selasa 14 Juli, 2020 09:35 WIB
Beranda KAMPUS Begini Masukan Para Profesor Untuk Skenario Ketahanan Pangan Pasca Covid-19

Begini Masukan Para Profesor Untuk Skenario Ketahanan Pangan Pasca Covid-19

 Direktur Pascasarjana Universitas Lampung, Prof Wan Abbas Zakaria mengatakan pasca Covid-19, diperkirakan produksi beras Indonesia akan mengalami defisit pada Februari 2021.

Berdasarkan data Mohamad Ikhsan/LPEM FEBUI 6 Mei 2020, produksi hanya mencapai 4 juta ton.

ÔÇ£Stok beras pada bulan ini mencapai 8,96 juta ton, dan akan terus mengalami kenaikan hingga September 2020 menjadi 9,92 juta ton. Namun pada bulan berikutnya akan mengalami penurunan hingga 4 juta ton pada bulan Februari tahun depan,ÔÇØ jelas Wan Abbas Zakaria.

Sedangkan Provinsi Lampung luas Panen, produksi dan produktivitas tanaman pangan lima tahun terakhir menunjukkan penurunan. ÔÇ£Untuk komoditas padi mengalami penurunan, sedangkan jagung, kedelai dan ubi kayu mengalami kenaikan,ÔÇØ ujarnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, perlu membangun kemandirian dan ketahanan pangan daerah dengan optimalisasi sumber daya agribisnis pangan berkelanjutan, seperti sumber daya manusia, sumber daya alam, saprodi, sumber pembiayaan, ipteks, prasarana dan kelembagaan pangan.

ÔÇ£Perlu juga petani tahu sistem informasi iklim, kewaspadaan pangan dan gizi, organisme pengganggu tanaman, informasi harga komoditas, informasi pasar, dan informasi inovasi teknologi pangan,ÔÇØ jelasnya.

Sedangkan Guru Besar Ekonomi Pertanian Unila, Prof Bustanul Arifin merekomendasikan kebijakan  bidang pertanian pasca Covid-19 dalam menghadapi situasi new normal terbagi dua fase. Yaitu antisipasi dan mitigasi krisis pangan serta pola baru on-fram, off-fram, dan agroindustri.

Prof Bustanul Arifin/RMOLLampung

ÔÇ£Realokasi APBD/D untuk mitigasi risiko krisis pangan, bansos petani dan lapisan 40 persen, dan inisiatif┬á kerelawana masyarakat,ÔÇØ jelasnya

Perlu juga pembenahan sistem logistik, distribusi dan penyediaan pangan pada daerah perkotaan dan daerah defisit. Integrasi kebijakan ekonomi makro dalam bioteknologi-modern, smart farming, pertanian persisi.

ÔÇ£Pemanfaatan e-commerce untuk meningkatkan skala usaha, dan pembangunan agroindustri atau peningkatkan nilai tambah dapat bervisi regional (desa-kota),ÔÇØ ujarnya.

EDITOR : Adi

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baca Juga

Pengumuman Daftar Penulis Buku Time Capsule Diundur 20 Agustus

 Pengumuman daftar penulis Buku Time Capsule, diundur dari 6 Juli menjadi 20 Agustus 2020 dan diumumkan melalui website...

Di Balik Pembatalan Proyek Unila, Ada Nama Pensiunan Pejabat Bank Lampung

Baru kali ini, Universitas Lampung (Unila) membatalkan rencana tender proyek di lingkungannya. Kantor Berita RMOLLampung menyelusuri penyebabnya. Sebelumnya, setiap tahun, tender proyek selalu dihujani protes...

Antisipasi Joki UTBK, Unila Siapkan Metal Detektor

 Universitas Lampung (Unila) sudah menyiapkan Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) tahap pertama yang akan dilaksanakan pada 5-12 Juli...

Penanaman Perdana Melon Di Agrowisata Unila

   Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Universitas Lampung (Unila), Asep Sukohar melakukan penanaman perdana melon di Agrowisata Unila.
Translate »