Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Lampung mulai berdampak pada sejumlah sektor. Kondisi tersebut dikhawatirkan mengganggu distribusi komoditas pangan dari Lampung ke Pulau Jawa hingga memicu kenaikan harga di wilayah konsumen.
Ketua Komisi II DPRD Provinsi Lampung Ahmad Basuki mengatakan, persoalan BBM tidak hanya berdampak pada antrean kendaraan di SPBU. Distribusi hasil pertanian seperti sayuran dan cabai juga berpotensi terganggu apabila armada ekspedisi kesulitan mendapatkan bahan bakar.
“Kalau ekspedisi kekurangan BBM, pasokan terhambat. Imbasnya, harga di tingkat petani bisa jatuh karena barang membusuk, sementara di wilayah konsumen harga melonjak tajam. Ini akan menyumbang inflasi berskala regional,” ujar Basuki, Kamis, 17 September 2026.
Menurutnya, dampak kelangkaan BBM juga mulai dirasakan pada sektor hulu pertanian. Petani membutuhkan solar untuk mengoperasikan alat dan mesin pertanian, terutama di tengah Musim Tanam 2 (MT2) dan masa panen.
Persoalan serupa terjadi di sektor perikanan. Basuki menyebut pasokan BBM bersubsidi bagi nelayan di Lampung saat ini baru mampu memenuhi sekitar sepertiga dari total kebutuhan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian DPRD Lampung menyusul antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU. Pimpinan fraksi DPRD Lampung juga telah memanggil pihak Pertamina untuk membahas ketersediaan stok serta kendala distribusi BBM di lapangan.
Basuki meminta pemerintah pusat segera mengambil langkah untuk menambah pasokan BBM bersubsidi ke Lampung.
Ia menilai posisi Lampung sebagai salah satu daerah pemasok komoditas pangan ke sejumlah wilayah di Pulau Jawa membuat persoalan BBM berpotensi berdampak lebih luas apabila distribusi terus terganggu.
“Bolanya ada di pemerintah pusat. Lampung ini buffer stock dan sentra komoditas penopang kota-kota besar di Jawa. Yang terpenting saat ini pasokannya tersedia agar efek domino berantai dan inflasi tinggi bisa dicegah,” tegasnya.
Menurut Basuki, ketersediaan pasokan menjadi hal yang perlu segera ditangani agar aktivitas petani, nelayan hingga armada distribusi kembali berjalan normal. Dengan begitu, hasil produksi petani tidak tertahan di daerah dan pasokan pangan ke wilayah konsumen tetap terjaga. 
