29.4 C
Bandar Lampung
Selasa 14 Juli, 2020 11:28 WIB
Beranda DAERAH Bantuan PKH Dan BPNT Di Pekon Sukaraja Semaka Carut Marut

Bantuan PKH Dan BPNT Di Pekon Sukaraja Semaka Carut Marut

┬áCarut marut terjadi dalam penyaluran Bantuan Kesejahteraan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Pekon Sukaraja Kecamatan Semaka, Tanggamus. Mulai dari pengumpulan kartu KKS beserta No PIN KPM, sampai pada ÔÇÿpenyunatanÔÇÖ dengan dalih administrasi.

Kepada kantor berita RMOLLampung, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH. TF mengatakan setiap pencairan PKH dilakukan oleh ketua kelompok, dan dipotong Rp 10 ribu, kegunaannya mereka tidak tau untuk apa.

ÔÇ£Sejak ada program BPNT, kartu saya sampai sekarang masih dipegang ketua kelompok,ÔÇØ katanya, Jumat (5/6).

Berbeda dengan dusun lain, KPM PKH dan BPNT, atas nama Z dan P, tiga bulan terahir saldo PKH mereka kosong, mereka sudah menanyakan ke pendamping PKH Pekon Sukaraja, kenapa sudah tiga bulan ini saldo PKH kosong. “Data kalian hilang,ÔÇØ jawab Lihun selaku pendamping PKH tersebut,ÔÇØ jelasnya.

Menurut mereka, setiap akan ada pencairan, kartu dan no pin dikumpul keketua kelompok, karena dia yang melakukan penarikan ke Mandiri Link milik saudara Lihun, pendamping, dari setiap pencairan dipotong Rp 10 ribu oleh ketua kelompok.

“Untuk BPNT tidak ada kendala, bulan mei kemarin kami dapat beras 10kg, telor 0,5 kacang ijo 0,5 kg, dan ayam 1,1 kg satu ekor,ÔÇØ kata mereka.

Masih di dusun yang sama, R mempertanyakan komponen balita yang tidak pernah cair lagi, karena balita itu cucunya yang satu Kartu Keluarga dengannya. Ia mengatakan, kpm yang komponen cucunya sama, sampai saat ini masih mencairkan, kenapa punya dia tidak.

Saat dikonfirmasi di rumahnya, Kartini ketua kelompok yang membawahi 29 KPM, membenarkan kalau kartu dan pin KPM dikumpul saat akan melakukan penarikan, tapi, masalah saldo PKH yang kosong masih diurus pendampingnya Lihun.

Untuk BPNT masih diurus pendampingnya Zulyaden, dirinya hanya perantara, itu sudah dia sampaikan kepada KPM yang bersangkutan.

“Untuk pemotongan sebesar Rp 10 ribu itu tidak ada, mereka cuma ngasih Rp 5 ribu setiap pencairan untuk biaya transportasi,ÔÇØ jelasnya.

Berbeda, Lihun, pendamping PKH Pekon Sukaraja, melalui sambungan telepon membenarkan adanya pemotongan Rp 10 ribu/KPM.

Dia mengatakan itu untuk biaya administrasi Mandiri Link, dan itu legal bisa ditanyakan langsung ke Bank Mandiri.

ÔÇ£Bisa saya pertangungjawabkan. Saya siap dikonfrontasi dengan kpm yang merasa dirugikan, dan saya siap untuk mendampingi KPM melakukan pengecekan saldo yang kosong ke Bank Mandiri Gisting,ÔÇØ katanya.

EDITOR : Adi

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baca Juga

Rabu, Kepala SDN 1 Tiyuhmemon Diperiksa Disdik Tanggamus

 Tiga guru dengan status Tenaga Harian Lepas (THL) yang selama 5 tahun hanya menerima honor Rp 200 ribu/3...

Polwan Berpangkat Kompol Jabat Waka Polres Tanggamus

 Polres Tanggamus menggelar serah terima jabatan (Sertijab) Wakapolres dari Kompol MN. Yuliansyah, kepada Kompol Heti Patmawati, Senin (13/7).

Banner Dan Leaflet Maklumat Kapolri Terkait Covid-19 Dicopot

 Maklumat Kapolri No: MAK/2/III/2020 tanggal 19 Maret 2020 tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran Covid-19, telah...

Dewan Sosialisasikan Perda Rembuk Desa Di Kotaagung Timur

 Anggota Komisi II DPRD Lampung, Henisusilo melakukan Sosialisasi Peraturan Daerah Provinsi Lampung No 1 tahun 2016 Tentang Rembuk...
Translate »