Bank Waway Dilaporkan Ke Polda Lampung




Hartono (48) melaporkan BPR Bank Waway ke Polda Lampung. Dia menduga pihak bank lalai menjadikan sertifikat tanah orangtuanya sebagai anggunan.

Putra pertama almarhum Waridi ini heran BPR Bank Waway menerima anggunan pinjaman adik iparnya berupa sertifikat tanah atas persetujuan orangtuanya.

Warga Kelurahan Sumurbatu, Kota Bandarlampung itu meminta keadilan atas dugaan kelalaian bank yang ada di Jl. Diponegoro, Kota Bandarlampung tersebut.

Sertifikat Hak Milik (SHM) No.9476 atas nama almarhum Waridi telah dianggunkan menantunya, Dwi Eni Suryani, dengan perjanjian kredit No.144494.

Pada saat perjanjian kontrak kredit senilai Rp85 juta tertanggal 17 April 2018, Waridi sedang sakit keras dan meninggal empat hari kemudian, 21 April 2018.

Saat sakit keras, Waridi tidak bisa beraktivitas dan berkomunikasi dengan siapapun.

Sehingga, kata Hartono, putra pertama dari lima bersaudara, kalau ada tanda tangan atau dokumen lainnya mustahil dapat dilakukannya.

Hartono menduga pihak bank milik Pemkot Bandarlampung itu kurang cermat sehinga mengabulkan permohonan kredit dengan mengabaikan UU Perbankan.

Apalagi dalam perjanjian hak tanggungan wajib dihadapan notaris dan dalam kondisi sehat jasmani dan rohani, ujarnya.

" Alhamdulillah, saya akan dipanggil untuk diambil keterangan pada tanggal 12 Februari 2020 mendatang oleh pihak Krimsus Polda Lampung," katanya.

Surat panggilan No.B/234/II/Res.2.2/2019/Reskrimsus tanggal 7 Februari 2020 ditandatangani Kasubdit II Dirkrimsus Polda Lampung Kompol Ketut Suryana, SIK,SH.MM.