Bahas Konflik Sahara di PBB, Dr. Syed Dukung Visi Raja Maroko

•DUNIA
externalexternalexternalexternal
Bahas Konflik Sahara di PBB, Dr. Syed Dukung Visi Raja Maroko
Pakar kebijakan internasional Dr. Abdul Basit Syed/dok

Article Header Image Pakar kebijakan internasional Dr. Abdul Basit Syed mendorong penyelesaian damai konflik Sahara dengan mengedepankan stabilitas kawasan, dialog politik, dan pembangunan berkelanjutan.

Seruan tersebut disampaikan Syed dalam sidang Komite IV Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Markas Besar PBB, New York, Rabu, 7 Oktober 2026.

Dalam forum yang membahas isu dekolonisasi tersebut, Syed menekankan pentingnya mengakhiri konflik berkepanjangan dan mengarahkan perhatian internasional pada masa depan masyarakat Sahrawi yang lebih aman dan sejahtera.

Ia menilai stabilitas kawasan tidak dapat dipisahkan dari penyelesaian politik secara damai, pembangunan ekonomi, serta perlindungan martabat masyarakat setempat.

Syed juga menyoroti risiko keamanan yang lebih luas di kawasan rentan, termasuk ancaman terorisme dan pergerakan kelompok separatis. Karena itu, ia mendorong komunitas internasional memperkuat diplomasi dan kerja sama untuk mencegah konflik berkepanjangan menimbulkan dampak kemanusiaan yang semakin besar.

Dalam kesempatan tersebut, Syed menyampaikan dukungannya terhadap visi Raja Mohammed VI dan langkah-langkah yang ditempuh Maroko untuk mewujudkan kawasan Sahara yang aman, stabil, dan makmur.

Menurutnya, upaya membangun perdamaian perlu disertai pendekatan yang berorientasi pada pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, sehingga penyelesaian konflik tidak berhenti pada aspek politik dan keamanan semata.

Syed merupakan tokoh kemanusiaan berkebangsaan Inggris kelahiran India yang berbasis di London. Ia mendirikan sekaligus memimpin World Humanitarian Drive (WHD), organisasi nonpemerintah internasional yang memiliki Status Konsultatif Khusus pada Dewan Ekonomi dan Sosial PBB (ECOSOC).

Ia juga menjabat Ketua Cabang Inggris International Association for Economic Development for Peace (IAED), serta menjadi anggota Dewan Pembina dan Direktur Dewan Universal Peace Federation (UPF) Inggris.

Keterlibatan Syed dalam forum multilateral tersebut menjadi bagian dari kiprahnya dalam isu kemanusiaan, perdamaian, dan diplomasi internasional.

Di tengah berlanjutnya pembahasan mengenai Sahara di PBB, ia berharap diplomasi damai, stabilitas keamanan, dan pembangunan inklusif dapat menjadi landasan dalam mencari penyelesaian konflik yang berkelanjutan.

Dengan pendekatan tersebut, masyarakat di kawasan Sahara diharapkan dapat menikmati masa depan yang lebih stabil, dengan peluang pembangunan ekonomi dan kesejahteraan yang lebih luas. Article Image

Editor : Tuti Nur Khomariyah

Kata Kunci


Berita Terkait