Asap Pembakaran Lahan Picu Kecelakaan Maut di Jalintim, DPRD Lampung Desak Pelaku Ditindak

•PERISTIWA
externalexternalexternalexternal
Asap Pembakaran Lahan Picu Kecelakaan Maut di Jalintim, DPRD Lampung Desak Pelaku Ditindak
Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Lampung Wahrul Fauzi Silalahi/Faiza

Article Header ImageAnggota Komisi IV DPRD Provinsi Lampung Wahrul Fauzi Silalahi mendesak aparat penegak hukum mengusut aktivitas pembakaran lahan yang diduga memicu kecelakaan beruntun di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera, Kabupaten Tulang Bawang.

Kecelakaan yang melibatkan sekitar 10 kendaraan itu terjadi di Kampung Bawang Latak, Kecamatan Menggala, Selasa, 6 Oktober 2026, sekitar pukul 13.35 WIB. Dua orang dilaporkan meninggal dunia dan lima lainnya mengalami luka-luka.

Wahrul menilai pembakaran lahan bukan hanya persoalan lingkungan. Asap pekat yang ditimbulkan dapat membahayakan pengguna jalan karena mengganggu jarak pandang.

"Kita sangat menyayangkan aktivitas pembakaran di kebun itu. Semua pihak sedang bergotong royong, bersatu padu untuk bagaimana memastikan tidak ada karhutla," kata Wahrul, Selasa 6 Oktober 2026

Menurutnya, upaya pemerintah dan berbagai pihak mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) harus dibarengi dengan pengawasan terhadap aktivitas pembakaran di lapangan.

"Namun kemudian di sisi lain ada produksi pembakaran yang sangat tidak memberikan contoh, yang menyebabkan banyaknya rangkaian kecelakaan di jalan lintas," ujarnya.

Wahrul meminta aparat penegak hukum menelusuri sumber kebakaran sekaligus memastikan pihak yang bertanggung jawab.

"Penegak hukum harus betul-betul turun untuk mengevaluasi dan menindak tegas aktor pelaku pembakaran," tegasnya.

Ia juga menyoroti masih ditemukannya aktivitas pembakaran lahan di tengah upaya pencegahan karhutla.

"Secara kebijakan pembakaran itu sebenarnya sudah dicabut perdanya. Namun kemudian ini masih ada aktivitas yang saya pikir kita tidak dibenarkan," katanya.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Tulang Bawang Iptu Farhan Maulana Affianto mengatakan, dua orang meninggal dunia dan lima lainnya mengalami luka-luka dalam kecelakaan tersebut.

"Kami mencatat ada dua orang meninggal dunia dan lima orang mengalami luka-luka," kata Farhan.

Kecelakaan diduga terjadi saat asap tebal dari kebakaran lahan menyelimuti badan jalan sehingga mengurangi jarak pandang pengendara.

Sejumlah rekaman video yang beredar memperlihatkan ruas jalan tertutup asap pekat. Beberapa kendaraan tampak mengalami kerusakan akibat benturan.

Dalam salah satu rekaman, seorang pria terdengar meminta pertolongan untuk pengemudi yang terlibat kecelakaan.

"Tolong Pak, sopir kanan saya kecelakaan Pak. Dia yang bawa Pak, tolong Pak. Kecelakaan Pak, ada asap kebul Pak. Tolong Pak," ujarnya.

Rekaman lainnya memperlihatkan sejumlah kendaraan yang terlibat kecelakaan. Seorang warga juga meminta pengguna jalan berhati-hati karena proses evakuasi masih berlangsung.

"Mohon berhati-hati. Kecelakaan beruntun di depan. Ada mobil empat di depan. Satu mobil sopirnya kejepit, belum bisa dievakuasi," katanya. Article Image

Editor : Faiza Ukhti Annisa

Kata Kunci


Berita Terkait