Antrean BBM Mengular di Lampura, DPRD Temukan Pasokan SPBU Turun hingga Separuh

•DAERAH
externalexternalexternalexternal
Antrean BBM Mengular di Lampura, DPRD Temukan Pasokan SPBU Turun hingga Separuh
Ketua DPRD Lampung Utara Muhammad Yusrizal bersama sejumlah anggota dewan dan Tim Tipidter Polres Lampung Utara sidak ke sejumlah SPBU, Minggu, 11 Oktober 2026/Efriantoni

Article Header ImageKeluhan masyarakat terkait panjangnya antrean bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU di Lampung Utara mendapat perhatian DPRD setempat. Hasil inspeksi mendadak (sidak) menemukan adanya penurunan pasokan BBM di salah satu SPBU hingga separuh dari jumlah sebelumnya.

Sidak dilakukan Ketua DPRD Lampung Utara Muhammad Yusrizal bersama sejumlah anggota dewan dan Tim Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Polres Lampung Utara, Minggu, 11 Oktober 2026.

Sidak rombongan Ketua DPRD Lampung Utara bersama tim Tipiter Polres Lampung Utara itu berlangsung di stasiun pengisian bahan bakar minyak yang ada di SPBU 24.345.24 Payanmas Kotabumi, SPBU 24.345.92 Haji Usup di Kalapa Tujuh, SPBU 24.345.82 Kembang Tanjung, Bu Jum, SPBU 24.345.22 Kalibalangan dan di SPBU 23.345.19 Simpang Propau.

Dari pantauan turut serta dalam kegiatan sidak itu tim Sabhara sebagai pengaman serta Satlantas Polres Lampung Utara yang mengatur lalin disekitar tempat sidak yang dilangsungkan.

Pada saat kegiatan berlangsung Ketua DPRD Lampung Utara, Muhammad Yusrizal, ST, didampingi Cerli Yusrizal, Rahmad Fadli dan Daniel Priya Dinata bersama Kanit Tipidter Ipda Sulthan langsung mengonfirmasikan persoalan keluhan warga atau pengendara atas anterian BBM yang kian panjang atau mengular di SPBU-SPBU.

"Kami datang ke sini untuk memastikan pendistribusian BBM kepada masyarakat berlangsung lancar atau tidak. Karena informasi yang kami terima anterian di SPBU-SPBU semakin panjang setiap harinya. Untuk itu kami mau mengetahui apa kendala hal tersebut bisa terjadi," kata Yusrizal.

Selain itu Ketua DPRD Lampung Utara juga langsung konfirmasi ke pengendara yang kebetulan berada dilokasi SPBU saat sidak dilangsungkan.

Menurut Selamet salah seorang pengemudi mobil truk, untuk anterian pada saat pengisian BBM sudah sering terjadi, meskipun dirinya melakukan pengisian BBM tiga hari sekali, dan setiap melakukan pengisian BBM pasti mengalami anterian panjang.

"Untuk hari ini, baru ini dapet, ikut anterian dari jam 11 siang tadi," kata Selamet saat dikonfirmasi sekira pukul 16.00 WIB (jam 4 sore) ia baru dapat mengisi BBM kendaraannya.

Disisi lain, owner SPBU 24.345.82 Kembang Tanjung, Bu Jum mengatakan, kendala terjadinya anterian dikarenakan pasokan BBM mengalami penurunan.

Dikatakannya, seperti di SPBU 24.345.82 Kembang Tanjung semula mendapatkan pasokan BBM 16 ton sekarang hanya 8 ton. Selian itu juga terkendala pengiriman yang terkadang tidak tepat waktu.

"Dulu itu pengiriman 18 ton, sekarang ini hanya 8 ton, bahkan pengirimannya dalam seminggu kadang enggak ada," kata Bu Jum.

Lain halnya dengan pernyataan pengawas SPBU 23.345.19 Simpang Propau, Surya yang mengatakan, untuk distribusi BBM di SPBU setempat berjalan lancar. Namun dirinya juga mengakui bingung kenapa anterian bisa terjadi memangjang setiap harinya.

Atas temuan-temuan hasil sidak tersebut, Ketua DPRD Lampung Utara, Muhammad Yusrizal mengharapkan pendistribusian BBM bisa terpenuhi standar ketentuan dan perjanjian dengan masing-masing SPBU dan untuk indikasi-indikasi lain dari terjadinya anterian saat pengisian BBM pihaknya belum menemukan titik kecurangan yang terjadi.Article Image

Editor : Faiza Ukhti Annisa

Kata Kunci


Berita Terkait