RMOLLampung. Andriand Sangadjie, pelukis yang pertama kali melahirkan batik Lampung pada tahun ’90-an, ikut bersuara soal keberpihakan pemerintah daerah terhadap pelukis di Lampung.

“Kita ini tidak diwongke sama pemerintah daerah sendiri, kita sudah kehilangan jejak dan saya muak secara budaya,” katanya menanggapi pameran dan lelang lukisan karya pelukis luar daerah yang diresmikan Gubernur Arinal Djunaidi.

Pameran dan lelang lukisan yang melibatkan Pemprov Lampung itu dalam rangka memeriahkan HUT ke-74 Kemerdekaan RI di Novotel, Bandarlampung, Kamis (8/8).

Kepada Kantor Berita RMOLLampung, Selasa (13/8), Andriand mengatakan Lampung miskin akan pengakuan dan kebanggaan terhadap identitas yang menjadi ciri khas daerahnya sendiri.

“Kita sudah kehilangan fanatisme kedaerahan yang positif.  Yang saya maksud, bagaimana kita menggali ciri khas daerah yang sudah ada,” katanya.

Menurut dia, pelukis dan pemangku kepentingan seharusnya memiliki komitmen dan tekad kuat secara bersama membangun kesenian di daerahnya.

“Kita ini ditolehpun tidak, seakan-akan hanya pelengkap penderita yang menjadi warga kelas empat,” tandasnya.

DKL menyayangkan Pemprov Lampung tak melibatkan seniman dan lembaga kesenian daerahnya.

“Jangankan diajak terlibat, diundangpun tidak,” kata Sekum DKL Bagus S Pribadi kepada RMOLLampung, Sabtu (8/10).

Padahal, tujuan pameran yang melibatkan Pemprov Lampung untuk memberikan kesempatan perupa agar karyanya lebih dikenal para pejabat daerah Lampung sekaligus kegiatan amal, kata Bagus S Pribadi.

Menurut Sekum Dewan Kesenian Lampung (DKL) itu, even semacam itu dapat menjadi dorongan semangat berkarya para seniman daerah ini untuk memamerkan karyanya kepada para pejabat daerah ini.

DKL, katanya, wadah perupa dan mitra Pemprov Lampung dalam merumuskan arah kebijakan pengembangan kesenian daerah ini menerima banyak komentar penyesalan beberapa perupa Lampung terhadap even tersebut.

“Even yang seharusnya dikemas secara arif, sehat dan membangun Lampung Berjaya,” kata Avip, panggilan Bagus S Pribadi. [hms]

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here