Komisioner KPU Kabupaten Tanggamus, Amhani/RMOLLampung

Komisioner KPU Kabupaten Tanggamus, Amhani, mengaku siap jika dipanggil dan dimintai keterangan oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI.

Bahkan, ia terkesan ‘tantang’ DKPP untuk membuktikan keterlibatannya dalam perkara pelanggaran kode etik yang berujung putusan pemberhentian Esti Nur Fathonah sebagai Komisioner KPU Lampung.

Amhani menjelaskan, ia memang berada di kamar No 7010 Swiss Belhotel yang ditempati Esti. Namun, ia hanya menumpang salat di kamar itu.

“Karena mukenah dan sajadah saya ada di mobil, dan mobil lagi dibawa keluar suami, kebetulan saya bertemu Esti, sebagai teman lama beliau juga sebagai penguji. Saya, terima tawaran beliau salat di kamarnya, selesai salat saya keluar lagi,” jelas Amhani kepada Kantor Berita RMOLLampung, Selasa (18/2).

Amhani karenanya, merasa siap jika dipanggil DKPP dan KPU Provinsi karena merasa tidak terlibat dalam perkara Esti.

“Saya masih menunggu, dan saya siap mengklarifikasi semuanya, toh semua kronologinya sudah kita kirim semua ke DKPP. Saya tidak pernah melakukan jual beli kursi, silahkan kalau mereka bisa membuktikan, saya siap dengan segala konsekuensinya!” tegasnya yakin.

Sementara Ketua KPU Tanggamus, Angga Lazuardi mengatakan, sejauh ini pihaknya tetap biasa saja dengan mencuatnya salah satu komisioner, Amhani yang jadi saksi perakara Esti.

“Tetap ngantor, dan tidak ada kendala, kalau nanti dipangil untuk diklarifikasi, beliau (Amhani) saya persilahkan. Kalau mencoreng apa lagi menghambat kegiatan KPU Tanggamus, saya rasa tidak, semua masih berjalan seperti biasa, kalau untuk turunannya ke tingkat Pantia Pelaksana Kecamatan (PPK) tidak akan ada jual beli,” saya jamin itu, ucapnya.

Sebelumnya, DKPP bakal membidik dua komisioner kabupaten di Lampung yang diduga terlibat dalam pelanggaran kode etik, Esti Nur Fathonah. Keduanya yakni Ketua KPU Kabupaten Mesuji Ali Yasir dan Komisioner KPU Kabupaten Tanggamus Amhani.

Pimpinan Sidang DKPP RI Prof. Muhammad yang mengungkapkan hal itu dalam sidang DKPP di Lantai V, Kantor DKPP, Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (12/2) lalu. Sidang itu sendiri memutuskan untuk memberhentikan Esti Nur Fathonah sebagai Komisioner KPU Lampung.

Menurut Muhammad, DKPP akan menindaklanjuti fakta persidangan. Dalam sidang yang beranggotakan Teguh Prasetyo, Ida Budhiati, dan Alfitra Salam itu, terungkap berdasarkan keterangan sejumlah saksi dan teradu Esti, keduanya yakni Ali Yasir dan Amhani berada di kamar No. 7010, Swiss Belhotel Bandarlampung saat seleksi anggota KPU untuk kabupaten/kota periode 2019-2024.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here