Almuhery Ali Paksi/Ist[/caption]
Rencana tersebut, kata Almuhery akan dimatangkan tim kerjanya bersama Pemkab Lampung Utara pada tahun ini juga. Dia juga berharap dukungan dari Pemprov Lampung membantu warga alih usahanya.
Dia berharap masyarakat bersama-sama untuk alih usaha dari keramba jaring apung agar juga dapat memaksimalkan fungsi Waduk Way Rarem sebagai waduk untuk irigasi teknis sawah-sawah petani.
Akibatnya matinya ratusan ribu ikan keramba jaring apung pintu-pintu air tersumbat bangkai ikan yang mulai membusuk di waduk tersebut.
"Sebagai ketua tim, saya berharap kerjasamanya untuk mendukung rencana Pemerintah Pusat agar Waduk Way Rarem sesuai dengan fungsinya sebagai waduk sumber air untuk irigasi teknis lahan pertanian," ujar Almuhery Ali Paksi.
[caption id="attachment_29874" align="alignnone" width="800"]
Puluhan ribu ikan mati di keramba Way Rarem/Foto RMOLLampung[/caption]
Ratusan ribu ikan dari sekitar 700 keramba milik warga mati' di Waduk Way Rarem, Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara sejak Rabu lalu (1/1).
Hingga Sabtu pagi (41/), bangkai ribuan ikan nila, emas, dan lainnya itu masih memenuhi pintu-pintu keluar air waduk tersebut.
Almuhery Ali Paksi memperkirakan matinya ikan-ikan tersebut akibat naiknya planton dari dasar waduk setiap waktu musim hujan.
"Istilah masyarakat setempat, musim pancaroba akibat perubahan cuaca," ujarnya kepada Kantor Berita RMOLLampung, Sabtu (4/1). 
