Sejumlah aki yang menjadi bagian dari perangkat pemantauan Gunung Anak Krakatau (GAK) ditemukan hilang saat tim melakukan pengecekan peralatan pemantauan di kawasan gunung api tersebut.
Temuan itu terungkap ketika tim datang untuk memperbaiki sejumlah perangkat yang mengalami gangguan, termasuk CCTV pemantauan aktivitas GAK.
Kepala Pos Pantau GAK Lampung Selatan, Suwarno, membenarkan adanya laporan mengenai hilangnya aki tersebut.
“Benar, katanya ada aki yang hilang. Tapi saya belum konfirmasi sama yang di lapangan,” kata Suwarno, Selasa (29/9/2026).
Menurut Suwarno, tim awalnya datang ke kawasan GAK untuk memperbaiki perangkat pemantauan yang tidak berfungsi.
Namun, saat dilakukan pengecekan, petugas justru mendapati aki yang menjadi bagian dari perangkat tersebut sudah tidak berada di lokasi.
“Iya, untuk memperbaiki alat di sana. Kan nggak jalan itu. Rencananya mau perbaikan, pas dilihat malah aki-akinya pada hilang,” ujarnya.
Temuan tersebut membuat petugas harus kembali memastikan kondisi seluruh perangkat pemantauan sebelum proses perbaikan dapat dilakukan.
Suwarno mengaku belum mengetahui kapan aki tersebut hilang maupun siapa yang mengambilnya. Ia juga belum dapat memastikan apakah kehilangan terjadi sebelum atau setelah aktivitas erupsi GAK.
“Ya mungkin (hilangnya) habis erupsi, nggak tahu siapa yang ke situ ya mungkin karena sudah reda ada yang ke sana,” tuturnya.
Terkait jumlah perangkat yang terdampak, Suwarno menyebut informasi sementara terdapat delapan titik pemantauan yang masih dalam pengecekan.
Namun, ia belum bisa memastikan apakah aki di seluruh delapan titik tersebut hilang atau hanya beberapa perangkat.
“Katanya sih ada delapan. Entah yang hilangnya atau semuanya yang delapan-delapannya itu atau yang sebagian,” ungkapnya.
Saat ini, Suwarno masih menunggu laporan dari tim yang berada di kawasan GAK untuk memastikan jumlah aki yang hilang sekaligus kondisi perangkat pemantauan lainnya.
Kendala komunikasi menjadi salah satu alasan informasi tersebut belum dapat dipastikan. Jaringan telekomunikasi di kawasan GAK diketahui terbatas sehingga komunikasi dengan petugas di lapangan tidak selalu berjalan lancar.
“Belum. Saya belum konfirmasi karena diteleponin sama saya mungkin karena ada di laut atau di mana, ini kan susah sinyal di sana,” jelasnya.
Suwarno mengatakan informasi mengenai hilangnya aki kemungkinan telah diketahui pihak terkait di tingkat pusat. Namun, hingga kini belum diketahui pihak yang mengambil perangkat tersebut.
Ia menegaskan pengecekan lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan jumlah perangkat yang hilang serta kondisi seluruh sarana pemantauan aktivitas Gunung Anak Krakatau. 
