Ada Pencurian Kabel Gardu PLN, Alat Elektronik Ratusan Pelanggan Jebol




Berbagai peralatan elektronik jebol akibat kenaikan tegangan (voltage) di Kelurahan Gulak-Galik dan Kelurahan Sumurbatu, Kecamatan Telukbetung Utara, Kota Bandarlampung, Rabu dini hari (5/6).

Di RT 06, RT 09, dan RT 016, Kelurahan Sumurbatu saja, setidaknya ada 200-an pelanggan listrik PLN yang mengaku peralatan elektroniknya rusak.

Jumaroh (62), penjahit warga RT 16 Kelurahan Gulak-Galik, mengaku empat lampu listriknya dan kipas anginya mati.

"Sebelum subuh, tiba-tiba kipas angin berputar kencang sekali, kemudian lampu di semua kamar mati," katanya, Kamis 6/8).

Hal yang sama diungkapkan Lina (44), tetangga Jumaroh. Selain lima lampu listrik, satu kipas angin, adaptor modem, dan laptop di rumahnya juga rusak akibat listrik tiba-tiba tegangannya tinggi.

"Kalau lampu (merek terkenal) okelah harga satuannya hanya Rp 50-an ribu. Tapi laptop kena adaptor dan IC-nya. Untuk laptop saja kami rugi Rp 750 ribu," katanya.

"Tetangga kami ada yang televisinya jebol. Karena ini kelalaian PLN, seharusnya PLN memberikan ganti rugi. Kalau ditotal, jumlah warga yang terdampak tegangan tinggi secara tiba-tiba bisa mencapai ribuan. Seharusnya PLN bertanggung jawab," kata Lina.

Ada Pencurian Listrik

PLN Lampung mengaku hal itu karena adanya  pencurian komponen peralatan listrik pada Gardu Distribusi milik PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi di wilayah kerja PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Telukbetung.

"Yang dicuri kabel puding di Gardu Distribusi yaitu di Jalan Dewi Sartika dan di Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo Bandarlampung," kata Junarwin, Manajer Komunikasi PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Lampung.

Menurut Junarwin, pencurian kabel pudin pada Gardu Distribusi PLN tersebut mengakibatkan terjadinya padam dan juga terjadi naiknya tegangan (over voltage) dari 220 Volt menjadi 380 Volt pada beberapa rumah pelanggan PLN di sekitar Gardu Distribusi tersebut.

Untuk mengantisipasi terjadinya kejadian serupa di lokasi lainnya maka Junarwin menghimbau kepada pelanggan PLN dan masyarakat di Provinsi Lampung, agar segera melaporkan kepada PLN terdekat atau melalui Call Center PLN 123 di Line telepon (0721) 123 atau melalui media social PLN yaitu Facebook @plndistribusilampung, Instagram @plndislampung dan Twitter @plndislampung apabila ada hal-hal yang mencurigakan disekitar gardu distribusi dan kabel jaringan PLN.

Menurut Junarwin, kejadian tersebut saat ini sudah dilaporkan oleh pihak PLN ke Polsek Telukbetung Utara dan Manajemen PLN memohon maaf atas ketidaknyamanannya serta berharap kejadian tersebut tidak terulang.