23.9 C
Bandar Lampung
Selasa 4 Agustus, 2020 04:04 WIB
Beranda HEADLINE Di Balik Pembatalan Proyek Unila, Ada Nama Pensiunan Pejabat Bank Lampung

Di Balik Pembatalan Proyek Unila, Ada Nama Pensiunan Pejabat Bank Lampung

Baru kali ini, Universitas Lampung (Unila) membatalkan rencana tender proyek di lingkungannya. Kantor Berita RMOLLampung menyelusuri penyebabnya.

Sebelumnya, setiap tahun, tender proyek selalu dihujani protes dugaan “kocok bekem” di Universitas Lampung. Namun,  pihak rektorat show must go on, jalan terus selama ini.

Jika berdasarkan alasan resmi pihak Universitas Lampung, ada empat alasan pembatalan rencana tender proyek pengadaan dan jasa tahun ini.

Namun, terdengar desas-desusnya, selain keempat alasan resmi dari pihak rektorat, alasan lainnya terciumnya rencana kongkalikong pengerjaan proyek.

Ada beberapa informasi yang masuk ke meja redaksi Kantor Berita RMOLLampung soal dugaan tender bakal dilakukan “kocok bekem” atau “tender kurung”.

Salah satunya yang terang-terang mencium adanya indikasi tersebut  adalah Alzier Dianis Thabranie, ketua Komite Pemantau Pembangunan Lampung (KPPL).

Pekan lalu, Alzier mengatakan kepada Kantor Berita RMOLLampung: Yang mengatur-ngatur proyek bukan pembantu rektor tapi seseorang yang berinisial H

“Mana ada tender-tender proyek diatur-atur oleh orang swasta murni itu namanya calo proyek,” ujarnya tanpa mau menyebutkan nama lengkap dugaan “sang calo proyek”.

Alzier lebih mengerucut, “dengan akal-akan pakai SK Rektor segala.”

Kantor Berita RMOLLampung menyelusuri siapa yang dimaksud H dari pihak swasta yang mengantongi SK Rektor Universitas yang diduga mengatur-atur proyek tersebut.

Hasil penyelusuran, H diduga bernama lengkap Mustofa Endi Saputra Hasibuan, SH., MM, mantan direktur operasional PT Bank Lampung.

Pascapensiun dari bank daerah, entah apa pertimbangan dan bagaimana prosesnya, dia jadi direktur utama Badan Pengelola Usaha (BPU) Universitas Lampung.

Ketika dikonfirmasi Kantor Berita RMOLLampung apakah benar dia yang mengatur proyek di Universitas Lampung, Endi membantahnya.

“Tidak benar, saya tidak terkait langsung maupun tidak langsung dalam pengaturan proyek di Universitas Lampung,” ujarnya, Minggu (5/7).

Dia juga menolak berkomentar soal pembatalan proyek di universitas yang kampusnya di Jl. Prof. Dr. Ir. Sumantri Brojonegegoro No.1, Rajabasa, Kota Bandarlampung.

Yang pasti, Rektor Universitas Lampung Karomani telah membatalkan tender proyek lewar Surat Rektor No. 6218/UN26/LK.02.00.01/2020 tertanggal 2 Juli 2020.

Menurut Juru Bicara Rektor Unila Nanang Trenggono, ada empat alasannya pembatalan setelah rapat pimpinan pada 2 Juli 2020.

Keempat alasan tersebut terkait masih pandemi Covid-19, perubahan paradigma pembangunan Universitas Lampung, fokus Tri Darma Perguruan Tinggi.

Terakhir atau keempat, pembangunan fisik infrastruktur sesuai kebutuhan pengembangan akademik, bukan kepentingan pribadi atau kelompok.

Unversitas Lampung tidak lagi bertumpu pada pembangunan fisik. Apalagi hasil sidak Rektor, pembangunan fisik yang baru selesai satu tahun lalu sudah rusak.

Pertanyaan berikutnya, apa konsekuensi terhadap mereka-mereka yang bertanggung jawab terhadap jeleknya pelaksanaan proyek sebelumnya?

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baca Juga

Penyembelihan Hewan Kurban Unila Di Belakang Rektorat

 Universitas Lampung (Unila) akan menyembelih 16 ekor sapi dan 1 ekor kambing pada Idul Adha 1441 Hijriah.

SDGs Village Unila Optimalkan Potensi Desa

 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Center Universitas Lampung bekerjasama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT),...

Unila Kembali Gelar Wisuda Online Dan Offline Hari Ini

 Universitas Lampung melaksanakan wisuda daring dan offline untuk wisudawan periode VI di Gedung Serba Guna (GSG) Unila, Rabu...

Puluhan Mahasiswa Unila Gelar Aksi Kawal Dialog UKT

 Puluhan mahasiswa Universitas Lampung (Unila) menggelar aksi kawal dialog Uang Kuliah Tunggal (UKT) di masa pandemi Covid-19. Aksi...
Translate »