73 Penyandang Disabilitas Binaan LKS Alamanda Tanggamus Terima Bantuan ASPD/RMOLLampung

Sebanyak 73 penyandang disabilitas binaan LKS Alamanda Tanggamus menerima bantuan dari Kementerian Sosial. Penyerahan Bantuan Asistensi Penyandang Disabilitas (ASPD) itu berlangsung di Kantor LKS Alamanda Pekon Gisting Atas Kecamatan Gisting, Tanggamus.

Pembina LKS Alamanda Roswati Purwantari M.Pd menjelaskan, di tahun 2019 ini sebanyak 73 penyandang disabilitas binaan LKS Alamanda Tanggamus mendapatkan bantuan dari Kementerian Sosial.

Ia mengatakan, kegunaan bantuan ini bukan untuk beli baju ataupun beras, pengunaannya sudah diatur yaitu, dukungan terapi, dukungan kesehatan, atau yang berkaitan dengan kebutuhan mereka.

Kepada Kantor Berita RMOLLampung, Roswati mengatakan, soaialisasi penerima bantuan Asistensi Penyandang Disabilitas binaan LKS Alamanda ini agar orangtua penerima tidak menyalahgunakan dana tersebut.

Adapun kegunaan bantuan tersebut yaitu, untuk kebutuhan nutrisi, gizi, vitamin, kesehatan dan terapi.

“Kalau kebutuhan tadi sudah terpenuhi, kalau mau beli alat bantu misalkan kursi roda diperbolehkan. Bantuan ini yang pertama kalinya, mudah-mudahan tahun depan bertambah lagi penerimanya, dan itu akan kita upayakan. Untuk penerimanya, ada dari Kecamatan Air Naningan, Kotaagung, Gisting, Pugung, dan Talangpadang. Itu adalah binaan LKS Alaanda yang sudah berhasil diinput Sistem Penyandang Disabilitas (SIMPD),” jelasnya, Senin (2/12).

Selain sosialisasi ini, juga menampilkan karya anak binaan kami yang sudah melakukan PBK, karya mereka ditampilkan lewat fashion show. “Dan yang tadi mereka tampilkan adalah hasil karya mereka sendiri, dan untuk yang susah belajar fashion Show tadi akan kita bawa ke HDI Provinsi Lampung yang akan diadakan di Unila, mereka diminta menampilkannya disana,” tutupnya.

Sahri Abidin, Tim Rehabilitasi LKS Alamanda dari RSU Prinfsewu menjelaskan, dirinya dipanggil untuk melakukan tindakan fisioterapi.

“Yang sudah kita lakukan kepada kansia, keluhannya diantaranya, pingang dan leher sakit, struk, rematik lutut,” jelasnya.

Kalau untuk anak-anak ini kebanyakan gangguan tumbuh kembang, misalnya umur 5 tahun belum bisa jalan, pola jalan, kaki bengkok, ganguan intelegensi, dan daun sindrom atau kromosom yang mukanya semuanya hampir sama.

“Dengan motivasi dan latih, asal bisa dirangsang mungkin bisa dia berobat, dan untuk terapinya harus rutin. Untuk obat-obatan saya tidak berkecimpung di situ, saya hanya merekomendasikan alat bantu, misalnya alat bantu jalan, alat bantu untuk mereposisi angota tubuh yang tidak normal,” ucapnya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here