23.8 C
Bandar Lampung
Minggu 31 Mei, 2020 05:26 WIB
Beranda DAERAH OAIL Itera Akan Amati Hilal 1 Syawal Pada Sabtu 23 Mei 2020

OAIL Itera Akan Amati Hilal 1 Syawal Pada Sabtu 23 Mei 2020

Observatorium Astronomi ITERA Lampung (OAIL) Institut Teknologi Sumatera (Itera) akan melakukan pengamatan hilal 1 Syawal 1441 hijriah, sebagai penanda Hari Raya Idul Fitri tahun 2020, pada Sabtu (23/5).

Pengamatan akan dilakukan menggunakan teleskop berdiameter 80 mm dan detektor kamera CMOS monokrom dengan filter I.

Sebagai bentuk penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, pengamatan akan dilakukan secara tertutup tidak dibuka untuk masyarakat umum.

Bagi masyarakat yang ingin melihat UPT OAIL melakukan streaming kondisi pengamatan melalui kanal YouTube UPT OAIL: https://tinyurl.com/youtube-oail, dan juga melalui media sosial instagram: @oail.itera.

Kepala UPT OAIL Itera, Dr. Hakim L. Malasan, M.Sc. mengatakan, hilal atau bulan sabit muda selama ini menjadi penanda awal bulan hijriah yang muncul saat saat Matahari tenggelam di tanggal 29 bulan hijriah.

Jika pada tanggal 29 tersebut tidak teramati hilal, maka tanggal pada bulan hijriah akan digenapkan menjadi 30 hari.

Hakim menambahkan, pada tahun ini, 29 Ramadhan 1441 H bertepatan pada tanggal 22 Mei 2020. Sedangkan konjungsi (toposentrik) atau posisi saat Bulan dan Matahari berada pada garis bujur ekliptika yang sama, baru terjadi pada 23 Mei 2020 pada pukul 00.29 WIB.

Oleh karena itu pada saat terbenamnya Matahari tanggal 22 Mei 2020, Bulan akan terbenam terlebih dahulu dari pada Matahari dan hilal tidak dapat diamati.

Sementara pada 23 Mei 2020 ketika Matahari terbenam, umur Bulan diperkirakan sudah mencapai lebih dari 17 jam.

Untuk wilayah Bandarlampung dan sekitarnya, matahari akan terbenam pukul 17.51 WIB sedang bulan tenggelam pukul 18.23 WIB.

“Sehingga kita dapat mengamatinya (hilal) pada rentang waktu antara terbenamnya matahari hingga terbenamnya Bulan di hari tersebut,” kata Hakim.

Berdasarkan perhitungan, pada saat Matahari terbenam, bulan berada pada azimut 291 derajat, ketinggian sekitar 6,5 derajat, dan elongasi mencapai 7,4 derajat. Iluminasi bulan berkisar 0,42%, sehingga dapat diamati dengan menggunakan alat bantu seperti teleskop dan kamera.

“UPT OAIL tidak akan melakukan pengamatan pada tanggal 22 Mei 2020, karena pada tanggal tersebut sesuai prediksi tidak akan dapat terlihat hilal dan bulan Ramadhan 1441 H digenapkan menjadi 30 hari, dan 1 Syawal 1441 H akan jatuh pada tanggal 24 Mei 2020,” jelasnya.

Hasil pengamatan akan disampaikan kepada pemerintah melalui Kementerian Agama. Sementara keputusan 1 Syawal 1441 H akan diambil pada siding itsbat yang diselenggarakan oleh Kementrian Agama.

EDITOR : Herman Batin

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baca Juga

Organisasi Pers Desak Kapekon Sukaraja Minta Maaf, Atau Mundur!

 Dugaan pelecehan terhadap media online oleh Boymin selaku Kepala Pekon (Kapekon) Sukaraja Kecamatan Semaka, menuai kecaman beberapa organisasi...

“Garang” Di Medsos, Abu Janda Tak Muncul Dipanggil Bareskrim

Permadi Arya atau Abu Janda mungkin hanya kelihatan garang di sosial media. Dipanggil Bareskrim Polri terkait ujaran kebencian dan penistaan agama, batang hidungnya tak...

Rumah Ibadah Boleh Dibuka Di Masa New Normal Versi Kemenag

 Rencana pemerintah pusat untuk mengembalikan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat kembali normal dalam bingkai tatanan kehidupan baru atau...

New Normal Atau Norma Baru?

Oleh Dr. Andi Desfiandi, SE,. MA PEMERINTAH merencanakan penerapan new normal atau "kenormalan baru", yakni "pelonggaran" daerah zona hijau dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. Secara bertahap...
Translate »