23.3 C
Bandar Lampung
Sabtu 6 Juni, 2020 02:41 WIB
Beranda DAERAH Janggal, Ada Penimbunan Gula Tak Ada Tindakan Arinal

Janggal, Ada Penimbunan Gula Tak Ada Tindakan Arinal

Direktur JLBHI LBH Bandarlampung Chandra Muliawan, SH, MH, CLA merasa ada yang janggal atas tidak dilanjutinya temuan penimbunan gula oleh Gubenur Lampung Arinal Djunaidi.

“Jelas-jelas hal ini terdapat sanksi, baik secara administrasi maupun pidana, tapi kok diam saja ya,” tanya Chandra Muliawan kepada Kantor Berita RMOLLampung, Jumat malam (20/3).

Demikian pula, kata dia, pihak Kepolisian Daerah Lampung.

“Untuk itu, kita kawal bersama dan desak Kapolri untuk mengusut dan menindak hal ini dengan tegas,” tandasnya.

Hal ini penting agar tidak ada impunitas di republik ini, ujar Chandra Muliawan.

Untuk lebih lanjut, YLBHI LBH Bandarlampung melansir penandatanganan petisi desakan pengusutan dan penangkapan “penimbun” gula di Lampung.

“Sungguh ironi dan kejam,”di tengah bencana nasional akibat covid-19 dan kelangkaan gula, ada perusahaan yang masih menyimpan gula ribuan ton.

LBH Bandarlampung melansir penandatangan petisi tersebut lewat media sosial beralamat di http://chng.it/tthptNJ4cg.

“Akibat penimbunan gula saat krisis gula dan wabah, bukan hanya masyarakat Lampung yang merasakan kesulitan, tapi juga nasional,” ujar Chandra Muliawan.

Satgas Pangan Mabes Polri yang dipimpin langsung oleh Kabareskrim Komjen Listyo Sigit turun ke daerah melihat beberapa gudang gula di Lampung.

“Secara umum stok yang ada untuk April-Mei harusnya ada,” ungkap Komjen Listyo di gudang Food Station, Komplek Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (18/3).

Dalam sidak tersebut, kata mantan Kapolda Banten ini, menemukan perusahaan gula yang masih memiliki stok 75-100 ribu ton gula.

Stok di perusahaan tersebut tidak terdata oleh Satgas Pangan Polri.

Untuk memenuhi stok gula di ibu kota, Komjen Listyo meminta perusahaan itu menyalurkan 33 ribu ton gula agar harganya turun di Jakarta.

 

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Baca Juga

Kartel Gula Pasir Diduga Bermain Di Lampung

DPW Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat Gema Masyarakat Lokal (LPKSM) GML Lampung menduga kartel gula pasir masih bermain di daerah ini. "Saat pademi Covid-19, kami...

Lolok, Kadis Bilang Penimbunan Gula Miss Komunikasi.

Lolok, sudah berbulan-bulan gula langka dan harganya meroket, ada perusahaan nimbun gula hingga ribuan ton dibilang hanya miss komunikasi, kata Rakhmat Husein DC. Penggiat demokrasi...

Gula Langka, Penimbunannya Positifkah?

Pro dan kontra penimbunan positif dan negatif bergulir pascasidak Bareskrim Mabes Polri ke gudang-gudang gula di Lampung. "Saat gula langka dan mahal, apakah penimbunan gula...

Yusdianto Yakin Jokowi Tahu Ada “Raja Olah”Ngolah Gula

Yusdianto, doktor hukum dan tata negara, yakin Presiden Jokowi tahu ada "raja olah" bermain gula hingga puncaknya terjadi sidak ke pabrik gula di Lampung. Padahal,...
Translate »