Wahrul Fauzi Silalahi kaget adanya penimbunan gula di Lampung. Di tengah harga gula melonjak, ada pengusaha yang menimbunnya.

“Bagaimana Lampung mau berjaya jika penimbunan gula ribuan ton saja tak ketahuan,” kata ketua Komisi II DPRD Lampung itu.

Untung saja, kata Ketua Komisi II DPRD Provinsi Lampung itu, Mabes Polri yang menemukan adanya penimbunan gula 75 ribu hingga 100 ribu ton.

Bagaimana mau mengurus masyarakat, Mabes Polri malah yang meminta Pemprov Lampung mendistribusikannya agar harga gula kembali turun, katanya.

Mantan Direktur LBH Bandarlampung ini meminta Gubernur Lampung Arinal Djunaidi segera menuntaskannya agar pihak-pihak yang bertanggungjawab dapat sanksi atas permainan ini.

“Komoditas pangan untuk memenuhi hajat hidup orang banyak jangan sampai dipermainkan segelintir pengusaha,” ujarnya kepada Kantor Berita RMOLLampung, Rabu (18/3).

Selain mempertanyakan kinerja pemerintah daerah, Wahrul juga mendesak Polda Lampung untuk segera mengusut dan menangkap mafia gula.

“Apapun alasannya, penimbunan gula tidak dibenarkan,” tandasnya.

Komisinya akan memanggil dinas terkait yang membidangi masalah itu.

“Kekhawairan kami akhirnya terbukti adanya aksi penimbunan gula di Lampung,” katanya heran karena ada tiga pabrik lebih yang menyumbang 35 gula nasional di Lampung.

“Jadi, kalau gula langka, itu aneh,” katanya.

Ia menuding kelangkaan gula pasir karena permainan mafia gula.

“Mereka paham betul prediksi permintaan pasar meningkat menjelang bulan Ramadhan dan Lebaran,” katanya.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here