Esti Nur Fathonah, komisioner KPU Lampung yang dipecat DKPP, membenarkan adanya pihak lain atas kasus jual beli kursi KPU kabupaten/kota.

“Saya masih siapkan bukti-bukti atas keterlibatan pihak lain atas kasus jual beli kursi KPU,” ujarnya kepada RMOLLampung di kediamannya, Jumat (14/2).

Sebelumnya, dia mengungkapkan hal itu pada grup whatsapp Info KPU yang screenshot-nya beredar di kalangan wartawan Kota Bandarlampung dan diterima juga Kantor Berita RMOLLampung.

Ketua KPU Lampung Erwan Bustami menghormati pernyataan Esti kepada publik bahwa dirinya tak sendirian.

Ada pihak lain terlibat jual beli kursi KPU.

“Kita menghormati sikap itu, karena semua yang dilakukan pasti dipikirkan dengan matang,” ujarnya pada konferensi pers di Media Centre KPU Lampung, Kamis (13/2).

KPU Lampung juga, katanya, menghormati seluruh keputusan DKPP dan tetap menjalankan tugas seperti biasa.

Menurut Erwan, pascaputusan DKPP, Esti sudah tidak bertugas lagi di KPU Lampung.

Tugas dan wewenang Esti Nur Fathonah sebagai ketua divisi perencanaan dan logistik akan digantikan wakilnya: Erwan.

Selanjutnya tugas dan wewenang Esti sebagai koordinator wilayah akan dilaksanakan oleh wakilnya: Agus Rianto dan Ismanto.

“KPU Provinsi menghormati keputusan DKPP dan menunggu arahan KPU RI karena perintah DKPP langsung ke KPU RI semua,” ujarnya.

Selanjutnya, KPU Lampung akan melakukan supervisi dan monitoring dalam pelaksanaan pilkada di 8 Kabupaten dan Kota secara transparan untuk meningkatkan kepercayaan publik pasca peristiwa ini.

Ia meminta masyarakat Lampung dapat memberikan kepercayaan penuh kepada KPU Lampung dalam menjalankan tugas.

“KPU tetap menjaga integritas dan tetap solid untuk menjalankan tugas,” tegasnya.

Sebelumnya, Esti mengungkapkan tak sendirian. Ada pihak lain terlibat jual beli kursi KPU.

Hal itu diungkapkannya pada grup WhatsApp Grup Info KPU yang screenshot-nya beredar di kalangan wartawan Kota Bandarlampung dan diterima juga Kantor Berita RMOLLampung.

“Aku punya semua screenshot keterlibatan beberapa pihak dalam kasus jaringan rekruitmen KPU,” tulisnya pada grup WA yang juga anggotanya dari kalangan pers.

Bahkan, dikatakannya, orangnya ada di grup tersebut. “Biar baca,” katanya yang sempat diminta rekannya untuk tak mengatakan hal itu di grup WA.

Esti yakin masalah yang menimpanya merupakan konspirasi untuk menjebaknya.

Dia berkomentar seperti itu setelah atas putusan pemberhentian tetapnya setelah sidang putusan DKPP RI di Jakarta, Rabu (12/2).

“Saya enggak salah kok. Di putar balik, supaya bersalah,” tulisnya di grup WhatsApp Info KPU.

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here