RMOLLampung. Taman Budaya Lampung menggelar Pameran dan Pergelaran Seni ke-23 se-Sumatera (PPSS) di Taman Budaya Lampung, Palapa, Tanjungkarang Pusat, Kota Bandarlampung.

Pameran yang dibuka Gubernur Lampung Arinal Djunaidi dan diikuti 24 seniman lukis dari Aceh hingga Lampung bertajuk Karya Sumatera untuk Indonesia akan berlangsung sepekan mulai Kamis lalu (5/6).

Kepala Galeri Nasional Pustanto mengapresiasi perkembangan taman budaya di Lampung bahkan Taman Budaya Lampung termasuk daerah yang menjadi atensi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Ia berharap Taman Budaya ini dapat melahirkan talenta-talenta seni yang unggul dan dapat bersaing di tataran internasional.

Guna menyambut Industri 4.0. kami ingin menjadikan taman budaya sebagai area publik yang kreatif  yang melahirkan apresiatif antara seniman dan masyarakat,” ucapnya.

Kepala Taman Budaya Lampung Suslina Sari mengatakan kegiatan PPSS dikemas  dalam berbagai bentuk mulai dari pameran seni rupa dan pagelaran seni yang meliputi Ansamble Sumatera.

Ansamble Sumatera merupakan kolaborasi pemusik se-Sumatera dengan menampilkan ciri khas masing-masing provinsi. Selanjutnya juga akan ada kegiatan diskusi dan workshop seni rupa.

“Seni dan budaya merupakan perekat bangsa, saya ingin kedepan kegiatan tidak hanya rutinitas saja, kegiatan seperti ini terus ditingkatkan baik kualitas dan mutunya,” ujarnya.

Kedepan, Arinal berharap kegiatan tersebut tidak hanya dilaksanakan oleh Taman Budaya se-Sumatera saja.”Tetapi Pameran dan Pagelaran Seni harus dilaksanakan dalam konteks yang luas. Jadi tidak hanya taman budaya,” kata Gubernur.

Bahkan, Arinal berharap pada pelaksanaan Festival Krakatau Lampung  2020, dapat dikemas menjadi pameran dan seni. Tahun depan 2020, saya minta kepada Kadis pendidikan bersama Kadis Pariwisata rubah Festival Krakatau isinya pameran pagelaran seni budaya,” kata Gubernur.[hms]

Beri Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here